Rajin nyawer sajen keinginan terkabul, inilah penyebabnya

26

MEDAN-M24 | KISAH mistis Abah Rahman sejatinya tak lepas dari peran para mahluk gaib penghuni seputar Pancur Gading, Delitua, Deliserdang, Sumatera Utara, juga sejumlah tempat keramat lain yang sering didatanginya. Jimmi Ginting (40), pelestari situs Puteri Hijau di Pancur Gading bercerita soal itu.

Menurutnya, sebenarnya yang sering dipakai Abah Rahman juga sejumlah dukun lain yang sering bermeditasi di Pancur Gading adalah para mahluk gaib dari golongan roh dan jin yang berada di tempat itu. Peran makhluk-makhluk tak kasat mata itu dipakai sesuai pesanan sekalangan orang yang menjadi pasien Abah Rahman.

“Mereka berada di sekitar kita. Mereka hidup dan tinggal di tengah-tengah kita. Kita tak bisa melihat mereka tapi mereka melihat gerak-gerik kita dengan begitu leluasa. Bebas tanpa penghalang. Mereka tahu terhadap rahasia kita sekalipun. Mereka mendengar kita tapi kita tidak mendengar mereka. Mereka adalah Jin. Mahluk halus yang mempunyai tingkatan-tingkatan itu,” beber Jimmi.

“Nah,” sambungnya, “seperti halnya manusia, sebagian jenis makhluk halus itu juga membutuhkan makan dan minum. Setiap orang yang memanfaatkan mereka harus sanggup menyediakan makanan dan minumannya. Mereka harus sanggup menanggung kelangsungan hidup makhluk halus tersebut. Itu sebabnya mengapa para pasien Abah Rahman wajib memberi sesajen. Makin sering menyetor (sesajin), keinginannya pun semakin terkabul.”

Penjelasan Jimmi diamini Abah Rahman. Ia berkata, “Secara logika, orang yang sudah meninggal berarti dia sudah berada pada suatu alam yang bernama alam Barzah. Alam barzah sendiri memiliki makna yang berarti “dinding yang kokoh”, artinya orang yang sudah meninggal berada pada suatu tempat yang dikelilingi oleh dinding yang kokoh.

Itu berarti orang yang berada di dalamnya akan sulit untuk keluar dari dinding tersebut. Lain halnya apabila semasa hidup seseorang memiliki ilmu yang menggunakan jin sebagai perantara untuk mencapai suatu tujuan. Apabila orang tersebut meninggal dunia, ilmu yang dimilikinya tidak ikut mati bersamanya, akan tetapi ilmu itu akan tetap hidup dan biasanya berperilaku seperti orang tersebut.”

Demikian pula halnya dengan sejumlah orang sakti jaman dahulu yang makam keramatnya selalu disambangi Abah Rahman. Ceritanya, setelah wafat, ilmu yang dimiliki oleh mereka akan tetap berada di tempat itu dan tentu dapat dipergunakan untuk keperluan apa saja. Inilah yang dimanfaatkan oleh Abah Rahman dalam melaksanakan keperluannya guna kepentingan para pasiennya.

Semua makhluk itu siap setiap saat untuk mengabdi kepada manusia jika kebutuhan mereka dipenuhi. Dalam mengobati orang-orang yang meminta dimudahkan mencari rezeki atau mendapat jodoh, Abah Rahman mengaku selalu memanfaatkan media sebuah minyak guna memanggil makhluk gaib itu.

Lalu setelah itu,dengan bantuan mahluk gaib itu, Abah Rahman menerbangkan keampuhan makhluk itu lewat sebuah mantra yang mengikat makluk tersebut. Ritual itu digelar disertai sejumlah sesaji guna makanan dan minuman makhluk gaib tersebut. Anda tertantang? (Rel-Dedi*)

Loading...