Tak ada Hoax, Ini 3 wisik keberhasilan ritual gaib

43

Catatan : Abah Rahman |JIKA Anda tidak mengalami sendiri, misteri berkomunikasi dengan alam gaib mungkin tidak pernah tersingkap. Tapi sejumlah orang yang telah menggelar ritual ke ‘dunia lain’ malah tidak mendapatkan hasil didamba. Apa lacur ? Ini penjelasan soal itu.

Sejak masa primitif orang sudah membutuhkan medium untuk terhubung dengan roh dan alam gaib. Itu tentu untuk mendapatkan pengetahuan mengenai hal-hal samar di luar kemampuan indera mereka. Nah, jaman berkembang dan kehadiran dunia gaib tetap tak bisa dibantah.

Di era budaya non lisan mulai dipakai, komunikasi dengan makhluk halus dilakukan secara sederhana, yaitu dengan kertas dan pensil. Di sini, minus cerita soal jailangkung atau pemanggilan arwah terjadi di banyak tempat di kolong langit ini, bantuan seorang dukun atau spiritualis pun mulai dikenal. Di situ pula maraknya minat orang terhadap misteri alam di luar panca indera mulai terjadi -bahkan sampai era milenial ini. Lalu bagaimana respon publik?

Di sela ritual-ritual hikmat terjadi dan diakhiri ketercengangan massa menyaksikan kekuatan gaib menyembuhkan berbagai penyakit, menuntaskan banyak problem dan ambisi dunia, segelintir orang diketahui mencibir kemujaraban daya supranatural.

Itu berlatar keinginan mereka yang tak terjawab lewat hasil dari ritual-ritual tersebut. Sejatinya ada banyak faktor yang menentukan keberhasilan ritual seseorang. Tapi sejumlah wisik atau petunjuk ini sangat berguna untuk meraih keberhasilan sebuah ritual. Apa ?

Pertama, tetapkan tujuan Anda. Tentukan arah tujuan sebelum melakukan ritual. Untuk mendapatkan itu, tanyakan lagi pada diri Anda, “Apa ini yang benar-benar saya inginkan?” “Apakah ada dampak negatif terhadap diri saya?” “Apakah ini berlawanan dengan diri saya?”

Keteguhan dari itu semua penting karena kegaiban sejatinya tak pernah mengabulkan permintaan yang Anda ucapkan, melainkan mereka hanya mengabulkan permintaan yang benar-benar Anda inginkan.

Bahaya kan kalau mereka benar-benar mengabulkan apa yang Anda ucap? Karena sekuat apapun power Anda, kalau itu tidak ‘fit’, 1000 kesempatan yang datang pun tidak akan teraih. Itu karena adanya keraguan dalam hati.

Nah, saran saya, ketika Anda sudah menentukan tujuan, catatlah itu dalam selembar kertas sebelum melakukan ritual. Itu untuk meyakinkan : spirit itu memang benar-benar Anda inginkan.

Jurus kedua, terkait sang nawaitu, Anda harus selalu menanamkan ‘sepenggal kalimat positif di batin’. Begini. Alam bawah sadar Anda tidak mengenal kalimat yang mengandung kata negatif, ingat itu. Karena itu, misal, ‘Saya Tidak Akan Merokok Lagi’, kalau itu kalimat yang Anda tanam di batin, alam bawah sadar akan mendengar atau mengartikannya : Saya Akan Merokok Lagi. Yang benar dibenam ke batin adalah : Saya Terbebas Dari Rokok.

Banyak kasus saya lihat dari beberapa orang yang telah melakukan ritual atau keep spirit namun tujuannya ‘tidak tercapai’ terjadi bukan karena ritualnya gagal atau hoax alias bohong. Itu terjadi karena spiritnya tidak bekerja. Orang-orang itu tampak tidak berani atau takut mengambil kesempatan (yang telah muncul) yang akan membawa mereka kepada hal yang menjadi tujuan mereka. Jadi saya tekankan : take action and just do it!

Dan wisik tak kalah penting adalah Anda harus selalu bersyukur. Bersyukurlah terhadap bantuan yang telah diberikan spirit kepada Anda. Bersyukurlah kepada alam semesta yang menyediakan semua yang Anda butuhkan sampai saat ini.

Itu harus selalu dibuat karena orang-orang yang hidupnya melulu mengeluh tidak menyadari bantuan yang telah diberikan oleh alam semesta dan spirit. Mengeluh adalah tanda Anda tidak bersyukur, tidak mempercayai spirit atau alam semesta. Itu pula yang membuat power ritual atau power spirit Anda melemah. Nah, ketika power itu melemah, Anda tahu sendiri apa yang akan terjadi bukan? Selamat mencoba 3 wisik itu. (Dedi-Rel)

Loading...