Pemkab Asahan gelorakan gemar baca Al-Quran dan Seni Budaya Nasyid

Membentuk Insan Religius Dikalangan Ummat Islam

ASAHAN-M24 | Kabupaten Asahan adalah sebuah daerah di Sumatera Utara, Indonesia. Kabupaten ini beribukotakan Kisaran dan mempunyai wilayah seluas 3.675 km². Secara astronomis, Kabupaten Asahan berada pada 2°03′- 3°26′ Lintang Utara, 99°1′-100°0′ Bujur Timur dengan ketinggian 0–1.000 meter di atas permukaan laut.

Kabupaten Asahan sendiri mempunyai Visi yakni terwujudnya Asahan yang Religius, Sehat, Cerdas dan Mandiri. Religius merupakan salah satu Visi dari Pemkab Asahan. Kata ‘Religius’ sendiri dideskripsikan sebagai sikap dan prilaku yang patuh dalam beribadah sesuai dengan agama yang dianutnya, toleran terhadap penganut agama lainnya dan mampu hidup dengan rukun. Karakter religius sangat penting didalam kehidupan sesorang dan menjadi sikap hidup yang mengacu pada tatanan dan larangan sikap yang telah diatur dalam agamanya.

Sebagai contoh, Bupati Asahan Drs Haji Taufan Gama Simatupang bersama seluruh unsur Pemkab Asahan kerap mengadakan berbagai kegiatan religius seperti melaksanakan kegiatan MTQ, Festival Nasyid dan menghadiri perayaan hari besar keagamaan lainnya.

Loading...

MTQ atau Musababaqah Tilawatil Quran adalah sebuah festival pemuliaan terhadap kitab suci Al-Quran. Syiar dan dakwah tentang membumikan Al qur’an adalah tujuan utama dari pelaksaan MTQ. Hal itu harus menjadi nafas serta sebagai pegangan hidup yang hakiki dan menjadi kepribadian masyarakat. Karenanya, hakekat, makna,dan tujuan MTQ dipegang teguh, sehingga Al qur’an diresapi, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu,para peserta harus membaca Al-Quran dengan qiraat.

MTQ sendiri telah ada di Indonesia sejak tahun 1940-an, pada pelaksanaannya, tidak hanya lagu yang dilombakan, juga termasuk cerdas cermat, pidato, kaligrafi,dan lain sebagainya. Banyak masyarakat Asahan yang tidak mengetahui bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ternyata sudah diperlombakan di Rawang Panca Arga pada tahun 1946 lalu. Seiring perjalanannya, Pemkab Asahan terus melaksanakan kegiatan MTQ tersebut sebanyak 49 kali.

Pemkab Asahan setiap tahunnya telah mempersiapkan serta memberikan sejumlah hadiah seperti mendapat tiket ONH (Ongkos Naik Haji) dan berbagai hadiah lainnya kepada para peserta yang menang pada ajang MTQ, baik ditingkat Desa, Kecamatan maupun Kabupaten, sebagai contoh, juara I MTQ tingkat Asahan kategori dewasa putri, Alfi Syahrina dari Kecamatan Aek Kuasan dan juara 1 musabaq 30 juz, Rohyan Azie S Hasibuan dari Kecamatan Silau Laut mendapat tiket ONH (Ongkos Naik Haji) pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Asahan ke 49 yang digelar di Kecamatan Meranti.

Selain melaksanakan MTQ,Pemkab Asahan juga setiap tahunnya melaksanakan Festival Nasyid. Nasyid adalah salah satu seni Islam dalam bidang seni suara, didalam pelaksanaannya para peserta harus bisa membawakan nyanyian yang bercorak Islam dan mengandung kata-kata nasihat dan kisah para nabi, memuji Allah dan yang sejenisnya. Biasanya Nasyid dinyanyikan secara acappela dengan hanya diiringi gendang dan alat musik perkusi.Nasyid berasal dari bahasa Arab,ansyada-yunsyidu yang bermakna bersenandung. Definisi Nasyid sebagai format kesenian yang berisi syair-syair keagamaan.

Nasyid mulai masuk ke Indonesia sekitar era tahun 80 an.Perkembangannya pada awalnya dipelopori oleh aktivis-aktivis kajian Islam yang mulai tumbuh di kampus pada masa itu.Pada awalnya yang dinyanyikan adalah syair-syair asli berbahasa Arab.Namun, akhirnya berkembang dengan adanya nasyid berbahasa Indonesia dan dengan tema yang semakin luas (tidak hanya tema syahid dan jihad).

Di Kabupaten Asahan sendiri, festival nasyid merupakan salah satu upaya untuk menumbuh kembangkan kecintaan akan kesenian dan kebudayaan yang bernuansakan Islami kepada generasi muda bangsa ini,khususnya di Asahan. Hal itu bertujuan agar generasi muda tidak melupakan kesenian nasyid. Kegiatan nasyid dilaksanakan secara berkesinambungan oleh Pemerintah Kabupaten Asahan, yang dimulai dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan serta Kabupaten.

Dari catatan sejarah perkembangan seni nasyid, diketahui bahwa istilah nasid mulai dikenal sejak tahun 1969 setelah kedatangan rombongan Muhibbah Kesenian dari Selangor Malaysia. Kunjungan misi kesenian negara tetangga tersebut adalah atas undangan Persatuan Ahli Qasidah Seluruh Indonesia (PAQSI) dalam kaitan kegiatan Musabaqah Qasidah Tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun 1969 yang berlangsung di Istana Maimun Medan.

Kedatangan rombongan kesenian tersebut dimanfaatkan oleh Alm. H. Abd. Manan Simatupang untuk mengundangnya bersilaturahmi bersama para seniman dan masyarakat Asahan yang ketika itu Rumah Dinas Bupati Asahan masih berada di Jl. Jendral Sudirman Tanjung Balai.

Rombongan kesenian tersebut dipimpin oleh Al- Ustadz Haji Hasan Ashari dan pimpinan kesenian nasyidnya adalah Habibah Yaqub. Penampilan seni nasyid yang digelar pada acara silaturahmi itu cukup memukau masyarakat Tanjung Balai, sehingga menimbulkan motivasi untuk menumbuhkan seni nasyid di Tanjung Balai Asahan sebagai sebuah apresiasi seni yang benuansa Islam, sarat dengan pesan dakwah dan pendidikan akhlak.

Maka,beberapa tokoh seniman yang terhimpun dalam wadah PAQSI Tanjung Balai Asahan di antaranya Alm. H. Mas’udi Hasyim, dibentuklah sebuah kelompok nasyid yang diberi nama Nasyid PAQSI Komisariat Daerah Kabupaten Asahan. dengan susunan personil sebagai berikut :

-Pembina : Bupati Asahan (Alm. H. Abd. Manan Simatupang)
-Penasehat : Abd. Hamid Fodhal
-Pengasuh : Alm. H. Masy’udi Hasyim dan Amzad
-Ketua : R. Rahimah Tanjung
-Pimpinan : Maryati M. Yus
-Pelatih Teknis : Maryati M. Yus, Alm. Baharuddin S. Maksum, Sayuti M. Zein, Jalidar AB.
-Penyanyi : Maryati M. Yus dan Husnah M. Yatim

Diawal tahun 1970, kelompok seni nasyid ini mulai melakukan pengembangan dan pembinaan ke sebahagian Kecamatan terdekat di kawasan Kabupaten Asahan dan sementara itu untuk pengembangan seni nasyid selanjutnya Bupati Asahan (Alm. H. Abd. Manan Simatupang) mengistruksikan kepada seluruh Camat di wilayahnya agar membentuk kelompok seni nasyid. Kelompok seni nasyid PAQSI ternyata diikuti dengan terbentuknya nasyid El-Suraiya berkedudukan di kota Tanjung Balai di bawah asuhan DTM. Nazaruddin.

Terhitung sejak tahun 1971 dilangsungkan Festival Seni Nasyid PAQSI pertama se Kabupaten Asahan berlokasi di Lapangan Bola Kaki Kota Tanjung Balai. Pada tahun 1973 diadakan Festival Seni Nasyid kedua dan tahun 1974 pelaksanaan yang ketiga.

Pada tahun 1976 Bapak Gubernur Sumatera Utara merestui dan mendukung sepenuhnya pelaksanaan Festival Seni Nasyid pertama dan merupakan cikal bakal pembinaan seni nasyid berskala Provinsi. Langkah pembinaan seni nasyid kemudian berlanjut dengan dibentuknya Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Seni Nasyid (LPPSN) Provinsi Sumatera Utara yang dikukuhkan dengan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor : 105/T/1981 tanggal 1 Desember 1981. Langkah yang sama juga telah ditempuh oleh seluruh Kepala Daerah Tingkat II.

Selanjutnya Pelaksanaan Festival Seni Nasyid Tingkat Provinsi Sumatera Utara dilangsungkan secara bergilir di tiap Kabupaten. Dan untuk Kabupaten Asahan sendiri telah menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Seni Nasyid Tingkat Provinsi sebanyak 3 (tiga) kali yaitu pada tahun 1982, 1987 dan 2002. Kemudian sejak tahun 2002 terjadi ekspansi dan revolusi besar dalam dunia nasyid khususnya di Sumatera Utara.

Saat ini, Dikalangan remaja muslimah, seni nasyid dijadikan pilihan atau hobi dan tidak sedikit yang menjadikannya sumber penghasilan tambahan apabila ada yang memerlukan untuk mengisi suatu acara perhelatan tertentu.

Sementara itu,Bupati Asahan,Drs Haji Taufan Gama Simatupang MAP berharap kepada semua pihak agar pelaksanaan fetival Nasyid tersebut dapat memberi bekas dan pengaruh positif dalam meningkatkan kreatifitas generasi muda untuk melestarikan kesenian dengan lirik Islami.Dirinya juga berpesan kepada grup nasyid terbaik pertama baik putra maupun putri,tidak mutlak menjadi duta Kabupaten Asahan.

“Karena harus menjalani seleksi ulang dan pemusatan pelatihan agar semakin matang dan kompak sehingga mampu tampil secara baik pada Festival Nasyid Tingkat Provinsi Sumatera Utara nantinya,” ungkap Bupati Asahan.

Disamping mengikuti/melaksanakan kegiatan tersebut, Bupati Asahan beserta seluruh institusi pemerintahan Kabupaten Asahan kerap menghadiri perayaan keagamaan lainnya seperti perayaan natal Oikumene,perayaan Paskah,perayaan Thaipusam,serta perayaan Imlek.Tujuan tersebut dilakukan Bupati Asahan bersama seluruh unsur Pemerintahan Kabupaten Asahan sebagai bentuk toleransi antar ummat beragama diwilayah Kabupaten Asahan.(Khairul)

Loading...