Awalnya Malu-malunya, Ternyata Rasanya Enak Kali Pak!

mlM24.CO|Seorang tersangka terduga pencabulan anak di bawah umur, Reza Chaniago (20), akhirnya diciduk polisi dari rumahnya. Ia diciduk setahun setelah melakukan pencabulan terhadap korban TRF (13) di kamar mandi rumah ibadah Kantor Camat Medan Helvetia.

Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Hendra ET, Sabtu (19/11/2016) mengatakan, laporan pengaduan korban No. LP/999/X/2015/Restabes Medan/SPK Medan Helvetia tertanggal 21 Oktober 2015 lalu akhirnya sampai pada puncaknya, yakni penangkap.

“Terduga pelaku diketahui tinggal di Jalan Beringin 2, Kecamatan Medan Helvetia. Namun, setelah pelaku mengetahui korban melapor ke polisi langsung melarikan diri,” katanya.

Meski melarikan diri, namun polisi tetap sabar menunggu moment menangkap pelaku. Dan akhirnya polisi menangkap pelaku dari rumahnya saat sedang tidur lelap.

“Pelaku ini diciduk saat tertidur di rumahnya. Anggota yang melakukan penangkapan itu memang sudah mengepung rumah pelaku sebelum azan Sholat Subuh berkumandang. Akhirnya pelaku diamankan dan diboyong ke Mako tanpa perlawanan,” kata Hendra.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sambung Hendra, terduga pelaku yang tidak punya pekerjaan tetap ini mengakui pernah mengajak korban bersetubuh di kamar mandi rumah ibadah Kantor Camat Medan Helvetia.

“Pengakuannya sih pernah mengajak, tetapi belum mengakui adanya perbuatan. Makanya kita periksa dulu secara intensif dan mencari alat bukti lainnya. Sebab kita melakukan penyelidikan dan penyidikan bukan berdasarkan pengakuan tetapi alat bukti,” sebutnya.

Hendra menjelaskan, dalam laporannya, korban menyebut terduga pelaku telah melakukan pencabulan sebanyak 3 kali di tempat yang sama sebelum akhirnya dilaporkan.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap korban, terungkap terduga pelaku sudah melakukan pencabulan itu sebanyak 3 kali. Dan itu semua dilakukan di kamar mandi rumah ibadah kantor camat,” ungkapnya.

Aksi pencabulan ini terungkap berawal dari adanya pesan singkat (SMS) dari terduga pelaku kepada korban yang mengajaknya berhubungan intim alias ‘ngengeng’ serta meminta uang Rp 30 ribu. Secara kebetulan, orangtua korban melihat dan membaca isi pesan singkat dari pelaku. Namun, tidak mengerti apa maksud istilah pesan tersebut, lalu menanyakan kepada anaknya.

“Terduga pelaku mengirim pesan ke hape korban, isinya meminta uang senilai Rp 30 ribu dan sekaligus ‘ngengeng’ di lokasi yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Pesan singkat dari terduga pelaku itu secara tidak sengaja dibaca oleh orangtua korban. Tetapi, karena istilah itu tidak dimengerti, orangtua korban kemudian menanyakan maksud dari pesan singkat itu kepada korban,” terangnya.

Saat ditanya, lanjut Hendra, korban sempat berkelit dan menyebut tidak tau apa maksud dari pesan singkat itu. Namun, karena orangtua korban mendesak dan melaporkannya ke polisi, korban akhirnya buka mulut lalu memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi.

“Di kantor polisi, korban bercerita semuanya. Mendengar cerita korban kedua orangtuanya langsung kaget ternyata istilah ngengeng itu maksudnya bersetubuh dan ternyata sudah 3 kali dilakukan sebelumnya,” ucapnya.

Namun, setelah korban melaporkan kejadian itu, terduga langsung kabur. “Terduga pelaku ini sempat kabur, tetapi balik lagi ke rumahnya karena menganggap polisi sudah lupa dengan kasus yang membelitnya. Ternyata tidak, begitu terduga pelaku berada di rumahnya, langsung kita amankan tanpa perlawanan,” jelas Hendra.

Atas perbuatannya, terduga pelaku dijerat dengan Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun.

Sementara, Reza Chaniago terduga pelaku pencabulan kepada petugas mengakui sudah ketagihan menyetubuhi korban, lantaran enak dan selalu terbayang dengan kemolekan tubuh korban.

“Pertama melakukannya aku masih takut pak. Tetapi tergiur lagi ternyata rasanya enak makanya aku minta lagi,” katanya.

Menurut Reza, selain enak, kenekatannya menyetubuhi korban lantaran pernah beberapa kali nonton film porno sendirian dan terkadang bersama teman-temannya.

“Tergiur dari film porno pak, lalu teman-temanku juga sering bilang, punya ‘rudal’ tapi hanya digunakan untuk pipis saja buat apa? Makanya aku nekat pak,” ujarnya.

Aku Reza lagi, dirinya merayu dan memacari korban lalu mengajaknya ke kamar mandi. “Kami pacaran pak, aku cinta dan sayang sama dia (korban) lalu aku mengajaknya ke kamar mandi kemudian aku memintanya, dia mau dan kami akhirnya melakukannya,” jujurnya. (red/drc)

Loading...
author