Baju Istri Tetanggaku Sudah Terlepas……….

tesMaaf pembaca. Setelah aku masuk ke dalam kamar istri tetanggaku, sejak malam itujugalah aku rasakan kenikmatan meracuh hingga kisah ini aku sampaikan.Terlihat sekali peperangan antara rasa terhina dan rasa nikmat yang diterima istri tetanggaku demikian hebatnya sehingga tampak dari keringat yang mulai bercucuran dari tubuhnya.

Badan dan tubuhnya sangat menikmati rangsangan yang kuberikan. Tapi pikirannya melarang untuk merespon, sehingga reaksi yang diberikan menjadi tidak konstan.

Terkadang melenguh menikmati dan terkadang diam mematung tidak memberikan respon atas rangsangan yang kuberikan padanya. Tapi aku terus memberikan rangsangan-rangsangan kenikmatan padanya.

Usahaku memberikan hasil. Dia menjadi lebih sering mendesah dan melenguh menahan nikmat. Walaupun dengan malu-malu sambil tetap berusaha menjaga harga dirinya agar tidak jatuh di hadapanku. “Ouh… oohh…ouh….” erangan kenikmatan menjadi lebih sering kudengar.

Kedua tangannya mencengkram kasur dengan sangat kuat hingga urat-urat halus tangannya menonjol menandakan dia sedang dilanda kenikmatan dan rangsangan birahi yang teramat sangat. Aku mulai menanggalkan baju longgarnya dari tubuhnya dan menjatuhkannya ke lantai.

Mataku nanar diliputi nafsu yang semakin menggebu melihat tubuh bugil merangsang di hadapanku. Lalu kutanggalkan CD yang menghalangi. Dan…. Terpampanglah tubuh telanjang yang benar-benar indah membangkitkan gelora birahi yang semakin tak tertahankan.

Tanpa membuang waktu, aku menciuminya. Tubuhnya mulus serta harum. Kugunakan lidahku. Erangannya menjadi semakin nyaring dan sering. Rupanya rasa malu dan marahnya sudah semakin kalah oleh rasa nikmat yang kuberikan.

Dia mengerang keras….”Aaahh….ohhh” Badannya mulai bergetar seperti dialiri listrik, mulutnya ternganga dengan nafas seperti tertahan, lalu “Aahhh…ouh….ouh…” erangannya semakin keras menandakan harga dirinya semakin kalah oleh rasa nikmat yang kuberikan.

Badannya semakin bergetar dan erangannya sudah berganti menjadi jeritan-jeritan tertahan. “Aahh….Aahhh….Ouhh.” mulutnya mulai meracau.
Gerakannya sudah semakin menggila dan tangannya sudah tak malu-malu lagi mengusap dan menekan-nekan kepalaku. “Aahh…aahhh… ouh…. … ouh…” jeritannya semakin keras, bokongnya semakin maju.

Akhirnya dengan tak sabar kedua kakinya dia naikkan keatas pundakku dan menjepit leherku dengan keras sambil melonjak-lonjak tak karuan dan menjerit-jerit.Padanya hingga akhirnya ia menjerit panjang.

Badannya melenting, bokongnya terangkat dan tangannya mencengkram kaku di kepalaku serta kakinya semakin keras menjepitku seperti tang raksasa. Lalu beberapa detik kemudian bokongnya berkedut-kedut. (***)

Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.