Cerita Wanita Membagi Birahinya dengan 2 Suami

images-2

M24.CO|SURABAYA

Sephia (40) menceritakan pengalamannya menjadi wanita poliandri. Meski punya dua suami, wanita yang tinggal di Karangan Wiyung, Surabaya itu mengaku berusaha untuk adil. Dia memberikan jatah kepada suami kedua di saat suami pertama sedang keluar kota.

Suami pertama Sephia adalah Donwori (nama samaran). Usianya 43 tahun. Sedangkan suami keduanya yakni Donjuan (bukan nama sebenarnya). Donjuan sudah berusia 50 tahun.

Donwori merupakan pengusaha kayu. Dia memiliki tiga mobil dan ratusan hektar tanah. Sedangkan Donjuan seorang duda dengan anak lima. Donjuan ditinggalkan istrinya empat tahun silam. Istrinya pergi karena tidak sanggup hidup dalam kesengsaraan bersama Donjuan.

Bagi Sephia, hidup bergelimang harta tak membuat kehidupannya sempurna tanpa anak. Sephia sudah didiagnosa tak bisa punya anak. Katenanya, Sephia pun memilih mengadopsi anak dengan cara poliandri dengan Donjuan.

Kisah Donjuan dan Sephia dimulai ketika Sephia didiagnosa tidak akan bisa melahirkan bayi dari rahimnya. Sel telurnya tidak bisa dibuahi oleh sperma suaminya yang juga didiagnonsa mandul.

“Saya itu ingin punya anak. Mau angkat anak, sama suami tidak boleh. Serba repot,” kata Sephia.

Di situlah, Sephia mulai melarikan diri dengan berbagai kegiatan sosial. Hingga akhirnya Sephia bertemu dengan Donjuan. Duda lima anak yang selama ini hidup sendiri dan berjuang untuk menghidupi anak-anaknya.

Kedekatan mereka dimulai ketika Sephia seringkali menyambangi rumah Donjuan di kawasan Bubutan. Sephia berdalih suka sekali bertemu lima anak-anak Donjuan yang masih kecil dan lucu.

Kebetulan, dua anak Donjuan masih di bawah lima tahun. Yang ketiga sudah sekolah di bangku SMP dan SD.

“Sudah saya anggap seperti anak saya. Sering saya ajak ke rumah kok,” kata Sephia.

Sayangnya, suaminya, Donwori seringkali mengusir anak-anak Donjuan dari rumahnya. Donwori mengusir mereka karena kedua anak Donjuan dianggap meramaikan rumahnya yang megah.

Donwori pun tidak suka karena kedua anak itu membuat Sephia sibuk mengurus mereka. Sephia lupa menemani Donwori.

“Suami kan minta dilayani ini itu. Kalau saya ada anak-anak kan suami jadi nggak kereken,” kata wanita yang punya bisnis sepatu dan butik di dua pasar besar di Surabaya tersebut.

Tak hanya soal keasyikan merawat dua anak Donjuan, Sephia menaruh hati pada Donjuan karena sikapnya yang dianggapnya sangat baik dan pengertian.

“Baik banget. Mas Juan itu mau berjuang dan berkorban buat anak-anaknya. Sedangkan, suamiku sih manja banget. Makan diambilin, kalau tidak cocok marah-marah,” kata Sephia.

Berbeda dengan Donjuan yang mengambil alih seluruh tugas rumah tangganya.

“Kalau saya main ke sana (rumah Donjuan,red) semuanya yang menyiapkan Mas Juan,” kata Sephia.

Hingga akhirnya, Sephia pun memutuskan untuk menikah dengan Donjuan secara siri. Proses pernikahan dilakukan di rumah Donjuan dengan memanggil tokoh agama di rumahnya. “Jujur sudah setahun kami menikah,” kata Sephia.

Menurut Sephia, selama ini dia berusaha untuk adil dengan Donwori. Biasanya, Sephia tinggal bersama Donjuan bila Donwori yang merupakan pebisnis kayu sedang keluar kota.

Di situlah, Sephia berlama-lama tinggal di rumah Donjuan bersama anak-anaknya. “Saya sih menikmati itu bisa bareng sama anak-anak,” kata Sephia.(red)

Loading...
author