Tubuhnya Terhempas di Kasur “Sudahlah..Bu…, tak Perlu Malu…., Nikmati Saja” Bisikku ke Telinganya

PERMAINAN Terlarang aku dan istri tetanggaku hari ini benar benar melelahkan, namun menuai kenikmatan amat sangat. Apalagi kegilaan ini kami lakukan berulang ulang hingga jelang pagi.

Perlahan aku hempaskan badannya ke atas kasur menyusul cengkraman tangannya di kepalaku mulai melemah, demikian juga dengan jepitan kakinya di leherku. Lama laman setelah itu yang kudengar adalah helaan nafas yang tersengal-sengal seperti orang baru selesai melakukan lari sprint 100 meter.

Tanpa dia kehendaki, istri tetanggaku ini telah menikmati permainan yang sangat hebat yang kami lakukan dan semua yanag aku berikan dalam sesi pemanasan cukup membuatnya kelelahan.

Aku berdiri di pinggir kasur, kuperhatikan matanya terbuka dengan pandangan yang menggambarkan orang yang baru saja mendapatkan kenikmatan.

“Bagaimana bu ? Enak khan..?” tanyaku menggodanya. Dia hanya diam dan membuang muka. Tapi dari wajahnya, kutahu dia tidak menampik dengan apa yang kuucapkan padanya. Dia hanya membuang muka…. malu…. Aku mulai menanggalkan seluruh pakaian yang kukenakan.

Aku naik ke tempat tidur dan merangkak menghampiri dirinya, sambil berbisik “Sudahlah..Bu…, tak perlu malu…., nikmati saja…. Apalagi yang Ibu pertahankan dariku ? Semua bagian tubuh Ibu yang paling rahasiapun sudah aku jelajahi.

Bahkan Ibu sudah mendapatkan puncak kenikmatan, yang akhir-akhir ini jarang Ibu dapatkan…” Kataku mempengaruhi pendiriannya, sambil kembali merangsang dirinya dengan memberikan ciuman hangat.

Rupanya kata-kataku mempengaruhi pendiriannya sehingga akhirnya dia membalas ciumanku dengan sangat ganas dan bernafsu. Ditambah lagi dirinya memang sudah terbakar setelah sekian lama aku berikan rangsangan-rangsangan yang mengantarnya mencapai kenikmatan.

Ciumannya padaku semakin panas dan menggairahkan. Bahkan tangannya sudah berani mengerayang . Akhirnya badanku kuputar 180 derajat sehingga kepalaku yang berada di atas menghadap ke bawah.Kembali dia melenguh.. “Ouh….ouh…..Aku tak tahan…aku tak tahan… Ouhhh” erangnya. Tak kupedulikan erangannya. Gerakan bokongnya semakin menjadi.

Dan tiba-tiba aku merasa bibirnya nyerocos dengan penuh nafsu. Aku…melayang…dengan apa yang dia lakukan, sehingga bibir dan lidahku diam bekerja. Akupun melenguh nikmat. Aku takut. Bahwa pertahananku akan bobol.

Dia menjerit… “Aaah…pak…aku tak tahan……aku tak tahan.. …. Sekarang auh…” Tak kupedulikan permintaannya, aku semakin bersemangat. Tiba-tiba badannya menghentak menggulingkan tubuhku kemudian dia bangun, memutarkan badannya.

Mataku nanar berkunang-kunang merasakan kenikmatan yang sukar ‘tuk dibayangkan. Perlahan-lahan kedua tangannya merengkuh pundakku dari belakang. Gerakan ‘bokongnya’ semakin cepat, kepalanya sudah mulai terdongak sambil mengeluarkan nafas mendengus seperti orang orang yang sedang pushup. “Ehh..euh…hekks…hekss…euh…” dengusan itu terus menerus keluar seiring dengan permainan malam itu (***)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.