Walikota Bersama BPN Serahkan Sertipikat Tanah Prona

Walikota Dzulmi Eldin “Gunakan sertipikta itu untuk meningkatkan perekonomian keluarga”

M24.CO|MEDAN
Sebanyak 2 ribu sertipikat bidang tanah Prona diserahkan kepada masyarakat Kecamatan Medan Marelan, Kamis (1/12/2016). Penyerahan sertipikat tanah prona secara simbolis dilakukan oleh Walikota Medan Dzulmi Eldin bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Sumut Bambang Priono SH MH dan Kepala Kantor BPN Medan Syaiful SP MH di Kantor Lurah Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan.

Walikota Medan Dzulmi Eldin dalam kata sambutannya, meminta masyarakat yang telah mendapatkan sertipikat tanah prona dari BPN Sumut dan Medan itu harus menjaganya dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Gunakan sertipikta itu untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” imbuhnya.

Tentunya, tambah Walikota, program yang dilakukan oleh pemerintah ini terus dilakukan untuk memfasilitasi dalam mendaparkan sertipikat tanah. “Saat ini apa yang diinginkan masyarakat Medan sudah memilikinya dan sudah dibuktikan dalam pengesahan sertipikat, saya berharap sertikat itu dilakukan untuk kepentingan diri sendiri,” imbuhnya.

Walikota juga mengakui bahwa Pemerintah Pusat punya keterbatasan angggaran untuk sertipikat di seluruh indoensian. “Maka adanya fasilitas yang dilakukan pemerintah Medan harus dikelola oleh masyarakat,” ujarnya.

Sehingga Prona itu akan menjadi program daerah, tentunya bagaimana BPN Sumut dan Medan lebih nyaman dalam memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat. “Swadaya masyarakat sangat dibutuhkan dalam mendapatkan sertipikat tanah. Kepentingan masyarakat harus didukung. Tidak dengan Pemko Medan saja yang bermitra juga boleh melakukannya ,” paparnya.

Dalam hal itu, sambung Walikota Medan, Pemko Medan dalam pengurusan sertipikat tanah. “Kedepannya dalam pengurusan sertipikat tanah prona akan digratiskan sehingga membantu masyarakat dalam pengurusan sertipikasi tanah. Jadi kepada Lurah dan Camat tidak boleh memungut biaya,” bebernya.

Kepala BPN Medan Syaiful SP MH mengatakan, penyerahan sertipikat legalisasi aset prona itu sudah dilakukan kepada masyarakat. Masing-masing yang berhak mendapatkannya yakni dari UKM 50 bidang sertipikat tanah, nelayan 50 bidang sertipikat tanah, instansi pemerintah/BUMN 8 bidang sertipikat tanah, Pemko Medan 24 bidang sertipikat tanah, HKBP 23 bidang sertipikat tanah dan Wakaf 1 bidang sertipikat tanah.

Kata dia, penyerahan sertipikat tanah kepada masyarkat, BPN Medan telah mengundang pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membantu keuangan masyarakat lemah menjadi meningkat,” terangnya.

Masih di tempat yang sama Kakanwil Badan Pertanahan Sumut Bambang Priono SH MH, acara pernyerahan sertipikat tanah menyangkut barang milik negara sudah diserahkan Walikota Medan kepada masyarakat Medan Marelan dan Belawan.

Menurut Bambang, pemerintah Indonesia kemampuannya terbatas, namun mempunyai target pada tahun 2017 akan mensertipikat 5 juta bidang tanah di seluruh Indonesia, “pada tahun 2025 setiap bidang tanah di Indonesia akan terdaftar atau sertipikat untuk penggunaannnya,” urainya.

Diakuinya kenapa disertipikatkan? supaya masyarakat bisa maju dan tertib administrasi dan taat hukum. “Program Prona, sudah terbukti mampu menggerakan ekonomi masyarakat di Sumut dan khususnya Indonesia,” tegasnya.

Bambang meminta kepada masyarakat yang sudah memilikinya untuk menyimpan sertipikat dengan sebaik-baiknya dan dijaga. “Jangan sampai hilang, meski biayanya murah, namun untuk pengurusannya menghabiskan waktu. Kalau pun ada yang ingin membuka usaha silahkan kordinasi dengan OJK, jangan digadaikan dengan orang lain apalagi rentenir,” ungkapnya.

Kepada Walikota Medan bisa menganggarkan kegiatan pemberian sertipikat tanah ini agar tidak ada sengketa tanah yang dilakukan oleh kedua belah pihak. “Dengan keterbatasan pemerintah kita gali inisiatif masyarakat sendiri untuk mengajukan sertikat ingin mendapatkan sertifikat massal secara swadaya,” jelasnya.

Dengan begitu masyarakat sangat diuntungkan pengadaan tanah dijual sesuai dengan harga pasar. “Asalkan mengajukan bidang tanahnya tidak sengketa. Pengurusan sertipikat tanah tidak ada yang dipersulit semua dimudahkan dalam memberikan pelayanan yang baik,” katanya. (rel/tiopan)

Tags:
Loading...
author
Manusia biasa, Murah Senyum dan Ramah. Tapi, Benci Lihat Ketidak Adilan.