3 korban KM Sinar Bangun ditemukan

89

Jokowi minta dilakukan evaluasi

TIGARAS-M24 |Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan agar kasus seperti tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba, jangan sampai terulang. Dia meminta agar dilakukan evaluasi seluruh standar keselamatan bagi angkutan penyeberangan. Memasuki pencarian di hari ketiga, tim gabungan telah menemukan tiga korban dalam kondisi tidak bernyawa.

“Saya telah memerintahkan kepada Menteri Perhubungan untuk mengevaluasi seluruh standar keselamatan bagi angkutan penyeberangan,” kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/6) malam dengan didampingi Menhub Budi Karya Sumadi dan Kabasarnas Marsdya M Syaugi.

Jokowi mengatakan, dirinya telah mendapat laporan dari Menhub dan Kabasarnas mengenai musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba. Dia atas nama pribadi dan rakyat Indonesia mengucapkan dukacita mendalam atas korban yang meninggal dan korban luka. Dia memerintahkan agar tim SAR gabungan secepatnya menemukan para korban yang hilang.

“Musibah ini merupakan pelajaran bagi kita semuanya untuk selalu hati-hati dan waspada. Bagi semua pemilik kapal, patuhi semua peraturan yang ada, utamakan keselamatan penumpang, serta ikuti petunjuk dan arahan dari BMKG mengenai prakiraan dan potensi adanya cuaca buruk. Saya juga minta kepada Kemenhub dan Dinas Perhubungan di daerah untuk selalu rutin melakukan pengecekan berkala demi keamanan dan keselamatan penumpang,” ujarnya.

Selain itu, sambung Presiden, pemerintah akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan menjamin biaya perawatan untuk yang memerlukan perawatan.

Terpisah, pencarian di hari ketiga melibatkan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polisi dan Basarnas. Tim menyisir titik kordinat tempat KM Sinar Bangun di Pantai Ardara dan seluruh pinggiran kawasan areal Danau Toba. Upaya pencarian yang dilakukan petugas menemukan dua orang berjenis kelamin wanita di daerah kawasan Danau Toba.

Satu orang jasad diidentifikasi bernama Fahriyanti (47) warga Lingk X, Binjai Selatan, Binjai. Dia ditemukan terdampar di pingiran pantai Danau Toba di Tambun Raya, Kec Pematang Sidamanik. Sedang jasad wanita lainnya diperkirakan berumur 13-18 tahun identitas belum diketahui. Ia ditemukan di kawasan Pantai Simanindo, Kab Simalungun.

Ia mengenakan celana jeans warna biru, baju kaos warna hitam bertuliskan sweet cute, pakai kerabu kanan, pakai kalung, cincin kecil di jari manis kanan, rambut sebahu dan kulit sawo matang.

Keterangan yang diterima dari Posko Informasi Polres Simalungun, jasad korban dibawa ke RS Rondahaim di Pematang Raya untuk diidentifikasi Tim DVI Mabes Polri dan Poldasu.

Berharap Segera Ditemukan

Beberapa kerabat yang anggota keluarga menjadi korban KM Sinar Bangun, berharap agar para korban segera ditemukan. Meski itu dalam kondisi hidup maupun sudah tak bernyawa.

“Sampai sekarang kami belum tahu kabar dari teman-teman saya. Saya berharap selurih teman saya bisa pulang hidup ataupun mati,” ujar salah Sani, warga Marindal, Pasar III, Patumbak kepada M24, Rabu (30/6) malam.
Sani menyebut tujuh orang sahabatnya ikut menaiki kapal nahas tersebut.

Ketujuh temannya adalah Khayrani Handayani warga Jln SM Raja, Gg Mandailing, Medan, Inksan Zulkarnaen warga Delitua, Bayu warga Delitua Pasar IX, Nony Zoya warga Titi Kuning Medan, Ferry Sembiring warga Brastagi, Novia Barus warga Marindal Medan dan Pandi warga Delitua, Gg Satria, Delitua.

Tim Terpadu Dibentuk

Untuk menyelidiki kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw mengaku akan membentuk tim terpadu.

“Jadi, dengan adanya tim ini, kita akan mengetahui kejadiaan sebenarnya, apakah tenggelamnya kapal karena disengaja ataupun lalai,” ujar Paulus kepada wartawan, Selasa (20/6) malam.

Paulus juga menyampaikan prihatin dan berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang telah kehilangan keluarganya dalam musibah tersebut.

Terpisah, Danyonmarhanlan I, Letkol Marinir Abdi Zunanda Tambunan, mengatakan, untuk membantu proses pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun, pihaknya mengerahkan sebanyak 24 prajurit. Seluruh prajurit yang dilibatkan merupakan tim gabungan dari 9 prajurit Yonmarhanlan I, 8 prajurit Denma Lantamal I, 5 prajurit dari Rumkit Lantamal I dan 2 prajurit Pomal Lantamal I.

Untuk tim yang diberangkatkan melakukan proses pencarian korban KM Sinar Bangun dipimpin oleh Lettu Marinir Lontung Rumapea. Prajurit yang diberangkatkan dilengkapi dengan peralatan 1 mobil ambulans, 6 set alat selam dan 19 swimfest serta peralatan pendukung lainnya.

Tetap Harus Waspada

Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mengungkapkan tiga faktor hasil analisis terkait kondisi cuaca wilayah di perairan Danau Toba. BBMKG memastikan saat ini cuaca di kawasan Danau Toba normal, tetapi tetap harus waspada.

Menurut Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan Edison Kurniawan melalui Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah I Medan, Syahnan mengungkapkan ketiga faktor di antaranya adalah skala global.

Bermakna suhu muka laut di perairan Samudera Hindia sebelah barat Sumatera masih menghangat berkisar antara 29 hingga 31 derajat Celcius. Kemudian faktor skala regional di wilayah Sumatera Utara yang menimbulkan terbentuknya konvergen dan belokan angin.

Sedangkan faktor skala lokal muncul data udara atas. Sehingga menghadirkan kelembapan di udara atas pada lapisan 850 hingga 500 MB lembab. “Berkisar antara 75 hingga 90 persen. Labilitas udara cukup labil,” ingatnya.

Syahnan melanjutkan, kondisi cuaca di Simanindo dan sekitarnya cerah berawan. Meski begitu, masyarakat tetap harus waspada. (adi/ahmad/budiman/mag1)

Loading...