ASN Puskesmas Hinai Kiri dipungli, Sekda minta Inspektorat periksa Kepala Puskesmas

62

LANGKAT-M24 |Pungutan liar (pungli) yang menimpa 43 ASN Puskesmas Hinai Kiri membuat Sekda Langkat, Dr H Indra Salahudin MKes MM geram. Dirinya akan memerintahkan Inspektorat untuk memeriksa Kepala Puskesmas (Kapus) Hinai Kiri.

“Kalau pungli ini benar terjadi, tidak bisa dibenarkan. Saya pasti suruh diambil Kepala Inspektorat Langkat segera memeriksa Kepala Pukesmas Hinai Kiri tersebut. Ini tidak bisa dimain-mainkan,” ucap Indra Salahudin yang dihubungi M24 via telpon, Selasa (5/6/2018).

Indra bahkan ingin meyakinkan dirinya jika kabar pungli terhadap 43 ASN Puskesmas tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Awalnya Indra bertanya dengan nada tinggi. Setelah mendapat penjelasan dari M24, Indra kembali memastikan pemeriksaan Kapus Hinai Kiri tersebut.

Terpisah Anggota DPRD Langkat, Romelta Ginting turut menyesalkan pungli yang dialami 43 ASN Puskesmas Hinai Kiri ini. “Itu uang mereka, hak mereka. Kenapa harus dipungli? Ini tidak bisa dibiar-biarkan, apalagi Idul fitri sudah dekat. Tunjangan kinerja itu (Tukin) tidak harus dipungli. Kepala Puskesmasnya, dr Rasta Gunadi Kes SKM harus segera mengembalikan uang mereka,” tegas politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 43 ASN di Puskesmas Hinai Kiri mengalami pungli terhadap Tukin sebesar Rp1.200.000. Informasi dihimpun, masing-masing ASN seyogianya menerima tukin Rp1.600.000 X 3 bulan = Rp4.800.000. Namun, Bendahara Puskesmas, Ema memotong uang insentif sebesar Rp1.200.000.

Ketika hal itu dipertanyakan, bendahara mengatakan jika uang itu untuk komandan. “Uang yang dikumpulkan Rp1.2 juta ini digunakan untuk komandan bukan untuk saya,” ucap D, orangtua dari salah satu ASN korban pungli menirukan Bendahara Puskesmas, Ema.

Kepala Puskesmas Hinai Kiri, dr Rasta Gunadi Kes SKM juga membantah adanya pungli tersebut. “Mana mungkin potongan/pungli itu terjadi. Sementara 43 ASN di sini menerima Tunjangan Kinerja (Tukin) ke rekening masing-masing. Jika uangnya sudah ditransfer ke rekening mereka, mana mungkin bisa kita minta lagi. Jadi kalau memang ini terjadi, ya kamu beritakan saja,” ucap Rasta Gunadi. (rudi)

Loading...