Berkas perkara penipuan uang Rp2,9 M belum dilimpahkan Polda ke Kejatisu

12

MEDAN-M24 |Setelah sebelumnya gugatan praperadilan (prapid) Sulaiman Ibrahim terhadap Polda Sumut ditolak Hakim PN Medan, hingga kini berkas tersangka atas kasus penipuan uang sebesar Rp2,99 miliar lebih kepada H TM Razali DRS belum diserahkan penyidik Polda Sumut ke Kejaksaan.

Padahal isi putusan itu jelas menyebutkan, penyidik Polda Sumut segera melimpahkan perkara kepada Kejaksaan dan terlebih dahulu menetapkan Sulaiman sebagai tersangka.

“Iya waktu itu ada diserahkan berkasnya ke kita. Terus kita kembalikan karena masih ada yang kurang (P-19). Namun hingga kini Polda Sumut belum ada menyerahkannya lagi ke kejaksaan,” ujar Jaksa Kejati Sumut, Taufik yang menangani perkara tersebut kepada metro 24 via seluler, Selasa (10/7) siang.

Mantan Kasi Pidum Kejari Medan ini menjelaskan pihaknya masih menunggu penyerahan berkas dari penyidik Polda Sumut. “Coba konfirmasi ke penyidiknya di Polda Sumut, Bang,” pintanya.

Sebelumnya, dalam laporan korban dengan nomor LP/196/II/2015/SPKT I, penyidik Ditreskrimum Polda Sumut sempat mengeluarkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3). Selanjutnya korban mengajukan prapid atas SP3 tersebut. Prapid korban dikabulkan oleh Hakim PN Medan.

Isi putusan prapid itu yakni terlapor Sulaiman ditetapkan jadi tersangka. Hingga akhirnya penyidik mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Anehnya, tak terima ditetapkan sebagai tersangka giliran Sulaiman yang memprapidkan Polda Sumut. Namun prapid Sulaiman ditolak. (ansah)

Loading...