Jangan sampai material bangunan pasar Inpres Kotapinang jadi barang rongsokan

Zainul Nst-Labusel| Tokoh masyarakat Labusel kembali menyoroti mangkraknya pembangunan pasar Inpres Kotapinang yang berada di Jalanbaru, Kec.Kotapinang tersebut.

Adalah, pengurus Komunitas Ngopi Labusel (Komtas Ngopi Labusel) Muhammad Yunus berharap, agar program pembangunan pasar Inpres tersebut dapat selesai secepatnya.

“Jangan sampai bangunan yang sudah dimulai itu mangkrak, sehingga materil yang sudah ada jadi barang rongsokan,” ucapnya.

Loading...

“Kemudian agar Pemkab Labusel nantinya menata pasar Inpres yg ada, agar masyarakat tertarik dan nyaman bila berbelanja. Kalau tidak ditata, pasti orang akan malas berbelanja sehigga yang kasihan adalah para pedagangnya,” pinta M Yunus.

Sementara dilain sisi, Hasraruddin Nur Daulay mantan anggota DPRD Labusel dari fraksi Partai Golkar turut menanggapi terkait bangunan yang mangkrak tersebut, menurutnya bangunan tersebut sudah dikerjakan sampai tahap ke-2.

“Tahap pertama dikerjakan tahun 2016, tahap kedua dikerjakan tahun 2017, dan mungkin bulan April 2018 kembali akan turun Dana Alokasi Khusus (DAK)nya untuk tahap 3,” jelas Hasraruddin Nur Daulay, kamis (30/11/2017).

Hasraruddin juga menambahkan bahwasanya pembangunan pasar Inpres tersebut total anggarannya lebih kurang sekisaran Rp.5 Milyar.

Dia juga mengkritisi, bahwa proyek bangunan pasar Inpres Kotapinang tersebut dikerjakan asal jadi.

“Pengerjaan proyek pasar Inpres tersebut terkesan asal jadi, atau kurang bagus, diminta kepada KPK dan aparat hukum terkait, agar meninjau secara langsung proyek tersebut, karena di duga banyak melakukan mark up,” tandas Hasraruddin Nur Daulay.

Loading...