Langgar UU, DJBC Riau-Sumbar musnahkan produk ilegal senilai Rp13 miliar

Patrison- Pekanbaru| Direktorat Jenderal dan Bea Cukai wilayah Riau- Sumatera Barat musnahkan produk ilegal di halaman parkiran Satpol PP Provinsi Riau, Jalan Letkol Hasan Bahri, Pekanbaru, Selasa (26/09/2017).

Pemusnahan itu dilakukan lantaran terbukti melanggar ketentuan Undang-Undang No.39 Tahun 2007. Akibat adanya pelanggaran itu, negara dirugikan senilai Rp. 13.000.000.000.

Pantauan Metro24.co, pelaksanaan produk ilegal tersebut dihadiri oleh Kakanwil Bea dan Cukai wilayah Riau-Sumatera Barat, Yusmariza, Kapolda Riau diwakili pihak Ditreskrimsus Polda Riau, Gubernur Provinsi Riau diwakili pihak Dispenda Provinsi Riau, serta awak Media.

Loading...

Dalam pemusnahan itu, sebanyak 19.259.378 batang rokok yang dikemas ke dalam berbagai merek karton dan 2.880,48 liter minuman keras. Keseluruhan produk ilegal yang dimusnahkan tersebut merupakan hasi dari 19 kali penindakan.

Kepala Kantor wilayah Riau-Sumatera Barat, Yusmariza mengatakan, barang-barang ilegal yang disita merupakan barang yang terbukti melanggar ketentuan perundang-undangan.

“rokok dan minuman keras tersebut telah melanggar ketentuan Undang-Undang No.39 Tahun 2007 tentang Cukai dan telah ditetapkan menjadi barang milik negara untuk selanjutnya dimusnahkan,”kata Yusmariza dalam siaran PERS nya.

Diceritakannya, dari 19 kali penindakan itu, terdapat berbagai modus pelanggaran yang dilakukan. Salah satunya, adanya ditemukannya peredaran barang-barang yang tidak dilekati pita Cukai.

“Modus pelangggaran yang berhasil ditemukan petugas didominasi oleh peredaran barang kena Cukai tanpa dilekati pita Cukai,”tukasnya.

Menurutnya, selain rokok dan miras ilegal yang dimusnahkan hari ini, Bea Cukai juga telah menyita 3 juta batang rokok dan 11 ribu liter miras ilegal dari 18 penindakan yang saat ini sedang dalam proses penelitian.

Diakhir penyampaiannya, Yusmariza berharap kepada lapisan elemen masyarakat untuk dapat bekerjasama atau menyampaikan informasi tentang adanya peredaran produk-produk ilegal yang tidak memiliki pita Cukai, khususnya di kawasan 2 Provinsi. Yakni, Provinsi Riau dan Sumatera Barat.

“Kami mengharapkan kerjasama semua pihak , khususnya media dan masyarakat agar dapat waspada terhadap barang -barang kena cukai yang diindikasikan tidak sesuai ketentuan dan memberikan informasi,” tutup Yusmariza dihadapan sejumlah para tamu undangan.

Loading...