Pejabat Tapteng jebak wartawan ‘dihadiahi’ demo seminggu

387

Rommy-Tapteng | Bentuk keprihatinan terhadap Bambang Ef Lubis, wartawan Harian Rakyat Tapanuli terus mengalir. Selain Ketua PWI Mandailing Natal (Madina), wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), se-Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, akan menggelar demo selama seminggu.

“Aksi keprihatinan ini dimulai Senin (19/9/2017) sampai Jumat (22/9/2017), oleh kurang lebih 300 orang wartawan dan LSM di Sibolga dan Tapteng. Dan temlat aksi kita di Kantor Polres Tapteng, Kantor Bupati Tapteng, dan Humas Tapteng,”tegas penanggungjawab aksi nantinya, Agus Salim Tanjung.

Menurut Agus, aksi ini merupakan aksi solidaritas dari wartawan dan LSM seluruh Sibolga dan Tapteng, yang merasa prihatin akan penangkapan rekannya kemarin, dan menilai aksi ini sebagai kriminalisasi terhadap jurnalis.

Adapun tuntutan dalam aksi tersebut, kata Agus, menghentikan kriminalisasi terhadap wartawan. Menghentikan penerapan KHU-Pidana dan mengedepankan UU-Pers terkait kasus hukum dalam pemberitaan, menangkap para pelaku korupsi, dan meminta polisi membebaskan wartawan korban kriminalisasi, serta mempercepat proses hukum penghinaan wartawa melalui facebook di Mandailing Natal, Sumatera Utara.

“Aksi kita ini juga beriringan aksi serentak di sejumlah daerah, yakni Mandailing Natal, Padangsidimpuan, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Kota Medan,” pungkasnya.

BACA JUGA >>>>>>>>Diduga dikriminalisasi, PWI Madina kecam penangkapan wartawan di Tapteng

“Dijemput polisi setelah dilaporkan memeras “

Bambang EF Lubis sudah dijemput polisi Polres Tapanuli Tengah (Tapteng), sesuai surat perintah penyidikan Nomor : Sprin. Sidik / 140 / VIII /2017/Reskrim, tanggal 07 September 2017.

Tuduhan polisi sesuai dengan bukti laporan nomor LP/131/IX/2017/SU/Restapteng, Bambang melakukan percobaan pemerasan terhadap Kepala Badan Keluarga Berencana Arta Siregar, sesuai pasal 368 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) KUH-Pidana.

Sedangkan Bambang, yang menetap di Lingkungan I, Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (BAP), meyakini kalau dirinya dijebak.

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), yang diterima metro24.co, diterangkan kalau sebelumnya Bambang bersama Arta Siregar dan Nursyam diajak oleh SP (wartawan juga,red), bertemu sang kadis di warung kak bob di pandan.

Dalam BAP juga, disebutkan kalau sebelum melakukan pertemuan, SP menghubungi Bambang melalui HaPe, agar mengumpulkan mahasiswa untuk dipertemukan dengan Arta Siregar.

Kemudian, mereka berjumpa di warung kak bob sekalian makan siang. Karena tempatnya di pinggir pantai, Bambang menyetujuinya sembari membawa rekannya (anak mahasiswa,red).

Namnun karena terjadi perdebatan, Bambang hanya minum jus, begitupun para mahasiswa diantaranya MN, AW dan AP.

Perdebatan dipicu lantaran para mahasiswa yang sudah melapor ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga, tentang dugaan korupsi disyaki dilakukan oleh Arta Siregar tidak mau mencabut laporan tersebut. Para mahasiswa meyakini kalau Anggaran Badan KB Tapteng telah dikorupsi.

Kata Bambang, ia sempat mendengarkan perdebatan Arta dengan salah seorang  mahasiswa berinisial AP. Katanya, “Salut saya nengok ibu bisa berhentikan gerakan mahasiswa, tapi maaf bu kami tidak bakalan menarik itu”,begitulan ucapan AP yang sempat didengar Bambang.

Kata Bambang, sebelum melakukan pertemuan di warung Kak bob, pihaknya sudah bertemu Arta Siregar dan Nursyam, disaksikan Agus selaku Kabag Humas Tapteng dirumah Nursyam pada tanggal 6 September 2017.

Pertemuan berlangsung sekitar pukul 23.00 Wib, bertempat di Jalan Elang Kota Sibolga tersebut, kalau HS dan rekan – rekan mahasiswa sudah menghubungi Bambang agar berjumpa dengan Arta Siregar di rumah Nursyam.

Pertemuan tersebut membahas tentang penarikan laporan ke Kejaksaan Negeri Sibolga terkait dugaan korupsi Anggaran Badan KB Tapteng, yang dipimpim oleh Arta Siregar, agar membujuk para mahasiswa untuk mencabut laporannya.

“Apanya mau kalian uang kuliah, ini ada uang kubawa, sambil menunjukan tasnya” akan tetapi para mahasiswa menolak sembari mengatakan “Hebat ibu ya, bisa menghalangi gerakan mahasiswa,”ujar Bambang.

 

Loading...