Pembangunan rumah sakit di Nias Utara diduga sarat korupsi

236

Lase – Nias Utara | Pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama, di Kabupaten Nias Utara dengan anggaran mencapai Rp25 miliar, diduga tidak memenuhi standar pelaksanaan. Pasalnya bahan material yang digunakan tidak sesuai sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Penggunaan material pembangunan rumah sakit tersebut menggunakan analisa K-200, namun pada kenyataannya jauh berbeda, dimana material yang digunakan batu pecah manual yang masih bercampur dengan lumpur dan juga pasir,”jelas Ketua LSM Perlahan Kepulauan Nias, Ferdinan Ndraha, Rabu (27/9/2017).

Selain itu, Ferdinan menuturkan bahwa dari awal pelaksanaan pembangunan tersebut sudah syarat korupsi dimana proses pelelangan tersebut diikuti oleh satu perusahaan saja, yakni PT. Betesda Mandiri dan langsung ditetapkan sebagai pemenang tender dengan nilai penawaran terkoreksi senilai Rp24.746.200.000, yang artinya penawaran perusahaan ini hanya turun Rp253.800.000.- (10% dari Nilai HPS Panitia).

“Dari awal sudah ada kejanggalan mulai dari penetapan Harga perkiraan Sendiri (HPS), sampai pada proses pelelangan serta penetapan pemenang tender berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa Nomor : 640/75/PPK.PBJ/Dinkes.NU/2017 oleh PPK, Yuniman Nazara dan memenangkan PT. Betesda Mandiri dengan pimpinan perusahaan, Bedman Sianipar, ST beralamat di Jalan Penampungan II No. 1 Helvetia Medan,” tutur Ferdinan.

Lanjutnya, lebih parahnya penganggaran bekisting mancapai ratusan juta rupiah sekali pakai sedangkan kuat dugaan bekisting yang sudah digunakan kembali dipakai pada item pekerjaan lain sehingga adanya manipulasi anggaran.

“Dari awal kita sudah curiga dan telah melakukan investigasi terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut dan dalam waktu dekat kita akan mengirimkan surat berupa somasi dan saran kepada kepala daerah maupun kepada penanggungjawab kegiatan,” ujarnya.

“Ironisnya lagi pada bulan agustus 2017, diduga pihak kontraktor pelaksana dari PT. Betseda Mandiri merekayasa berita acara progres pekerjaan bulanan dengan melejitkan nilai progres pekerjaan sampai 32,083 % guna pengajuan permohonan pencairan terymin 30%. Sementara progres di lapangan tidak mencapai 30 persen,” tandasnya.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Utara, saat hal ini dikonfirmasi kepada PPK
Yuniman Nazara melalui telepon selulernya tidak dapat dihubungi.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Nias Utara menganggarkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) satu-satunya di Desa Lolofaoso,
Kecamatan Lotu, Kabupaten Nias Utara dan direncanakan akan difungsikan akhir tahun ini.

Loading...