Suap jabatan Direksi PDAM sudah terungkap di KPK

130

Rel-Dedi-Medan| Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebaiknya segera menetapkan status tersangka kepada jajaran Direksi PDAM Tirtanadi yang terbukti menyuap mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho untuk mendapatkan jabatan.

Demikian dikatakan Ketua Gerakan Transparansi Anggaran Rakyat (Getar) Arief Tampubolon di kawasan Jalan Kartini, Medan, Senin 30 April 2018.

“KPK sudah membuat BAP kasus suap jabatan direksi PDAM Tirtanadi. Pengakuan Anuar Zailani (anak main Zul Jenggot) sudah diperbal oleh KPK, sudah jelas dia menerima uang dari siapa,” ujar Arif Tampubolon.

Menurut Arif, Zulkarnain ST alias Zul Jenggot jangan lagi berkilah soal suap jabatan direksi PDAM, khususnya jabatan direktur keuangan.

Zul Jenggot adalah mantan anggota DPRD Sumut dari fraksi PKS. Ia adalah orang kepercayaan mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

“Saat Gatot menjabat, Zul Jenggot yang atur semua permainan,” sebutnya. Anuar Zailani, lanjut Arief, sesuai pengakuan dalam BAP KPK menerima uang suap jabatan dari seorang wanita cantik. Dan hal itu juga diakui Anuar Zailani kepada Zul Jenggot sebagai ketuanya.

“Zul Jenggot juga mengakui kebenaran pengakun Anuar Zailani tersebut, waktu saya bertemua Zul Jenggot di daerah ring road gagak hitam,” terangnya.”Anuar Zailani mengatakan menerima uang dari wanita cantik,” sambung Arief.

Oleh karena itu, Arief mengingatkan KPK agar segera mengumumkan tersangka suap jabatan direksi PDAM Tirtanadi. KPK juga diminta jangan memperlabat proses hukum yang terlibat dengan mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

“Kita minta KPK segera umumkan tersangka suap jabatan direksi PDAM Tirtanadi. Begitu juga proses hukum dewan dan pejabat Pemprovsu, sudah terlalu tersandra Provinsi Sumut ini,” tandasnya.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke Humas PDAM Tirtanadi, Zaman Mendrofa, beliau enggan memberikan keterangan. Zaman mengarahkan agar Metro24 online konfirmasi langsung ke Sekertaris Perusahaan, Jumirin.

Saat dihubungi, Jumirin tidak membantah. Namun tidak memberikan banyak komentar terkait kasus suap dimaksud. Ia menyerahkan sepenuhnya ke pihak yang berwenang, dalam hal ini KPK

“Ok terima kasih atas pertanyaannya bang, kami serahkan kepada yang berwenang aja bang terimakasih,”jawab Jumirin.

Loading...