Desember, Pemprov Cairkan Bonus PON

PON

PON

M24.CO|MEDAN
Atlet Sumatera Utara yang meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 tidak perlu resah. Sebab bonus yang dijanjikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan diberikan pada tahun ini.

HAL itu dipastikan Gubernur Sumatera Utara, HT Erry Nuradi pada acara pelepasan Kontingen Popwil Sumut di Medan, kemarin. “(bonus) pasti tahun ini,” ujar Erry Nuradi.

Disebutkan, anggaran untuk bonus atlet tersebut sudah dimasukkan ke Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2016. “Sudah dimasukkan di P-APBD dan sedang dibahas di Dewan. Mudah-mudahan segera disetujui,” ungkap Gubsu.

Bonus yang diberikan pada PON kali ini meningkat dari tahun 2012 lalu. Untuk tahun ini, peraih medali emas mandapat bonus sebesar Rp200 juta. Namun untuk peraih perak dan perunggu, Gubsu belum bisa memastikan.

“Kalau untuk peraih medali emas, sudah beberapa kali saya sebutkan. Ya, Rp200 juta untuk medali emas. Sedangkan perak dan perunggu nanti kita lihat anggarannya,” paparnya.

Sedangkan Ketua Harian KONI Sumut, John Ismadi Lubis ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemprovsu. “Saat ini kita menunggu Pemprovsu. Anggarannya sedang dibahas DPRD Sumut. Mudah-mudahan tidak ada masalah, sehingga cepet selesai,” ungkap John.

Namun John menegaskan, bonus tersebut akan diberikan pada tahun ini. Sebab anggarannya juga ditampung pada tahun ini. “Sudah pasti tahun ini. Rencana kita diberikan pada Desember mendatang. Kalau cepat disetujui, secepatnya kita berikan,” paparnya.

Untuk jumlah bonus, John belum bisa memastikan. Sesuai dengan janji Gubsu, perah medali emas mendapat Rp200 juta. Sedangkan untuk perak dan perunggu, belum bisa dipastikan karena tergantung anggaran. “Kalau perak dan perunggu, tergantung anggaran nanti,” sebutnya.

John mengungkapkan, jumlah bonus perorangan dengan beregu akan berbeda. Artinya, peraih emas beregu tidak akan sama dengan perorangan. “Kalau beregu akan kita kalkulasikan lagi. Seperti drumband, tidak mungkin kita beri Rp200 juta perorang. Jumlahnya akan kita tentukan nanti. Semuanya tergantung anggaran yang disetujui,” pungkasnya.

Loading...