Inilah Curhat Pemain Seleksi Timnas U-19 Terpaksa Jadi Bek

22

JAKARTA|Berposisi sebagai penyerang mungkin menjadi impian bagi setiap orang yang ingin menjadi pesepakbola. Seperti halnya salah satu pemain yang mengikuti seleksi Timnas Indonesia U-19, Rachmat Irianto.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Rian –sapaan Rachmat– ketika ditemui usai latihan di lapangan Atang Sanjaya, Cijantung, Jakarta Timur. Dia mengaku pada masa-masa awal menjadi pemain sepakbola, posisinya adalah striker.

Dia mengaku sangat menikmati perannya sebagai juru gedor. Rian juga sangat senang ketika bisa menunaikan tugasnya membobol gawang lawan.

Namun, semua itu langsung berubah ketika ayahnya yang juga mantan pemain Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro, “memaksanya” untuk mengubah posisi menjadi bek atau pemain bertahan. Awalnya, dia harus kembali beradaptasi, tetapi lambat laun, dia mulai menemukan
iramanya sebagai stopper.

“Posisi saya sekarang adalah stopper. Dulu saya sempat menjadi striker, tetapi ayah menyuruh saya pindah posisi menjadi stopper. Katanya tidak tega melihat saya dijegal oleh lawan,” ujar Rian kepada wartawan.

“Kebetulan ayah saya juga dulu stopper, jadi dia bisa mengajarkan saya lebih detail untuk menjadi pemain bertahan yang baik,” tuturnya.

Selain itu, dia sempat kaget lantaran dipanggil seleksi Timnas U-19. Namun, dia bersyukur lantaran kemampuannya diakui untuk masuk seleksi timnas.

“Tentu saya senang bisa dipanggil timnas. Ini untuk motivasi saya semakin baik, karena dari daerah lain juga banyak yang bagus,” kata pemuda 17 tahun itu.

“Ayah juga berpesan untuk lebih semangat dalam berlatih, terus kerja keras dan tetap rendah hati,” ucapnya.[viva]

Loading...