Peserta Judo Berkurang di Porkot Tahun Ini

253

M24.CO|MEDAN
Sebanyak 10 kecamatan bakal ambil bagian pada cabang judo Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2016. Mereka bakal bersaing dalam 10 kelas yang dipertandingkan di SPN Sampali, 28-30 Oktober mendatang. Namun, sangat disayangkan peserta yang ikut berkurang dibandingkan tahun lalu sebanyak 14 kecamatan.

Ketua Panitia Judo Porkot Medan 2016, Andreas Yus didampingi Ketua Pertandingan Deni Zulfendri mengatakan, 10 kecamatan yang bersaing tersebut adalah Medan Barat, Medan Timur, Medan Denai, Medan Area, Medan Tembung, Medan Sunggal, Medan Johor, Medan Labuhan, Medan Amplas dan Medan Maimun.

“Jumlah kecamatan yang bersaing di Porkot kali ini sedikit berkurang dari tahun lalu. Tahun ini diikuti 10 kecamatan dengan 50 atlet. Hal itu disebabkan karena banyaknya atlet yang sekolah di luar daerah,” ujar Andreas Yus.

Para peserta tersebut bakal bersaing dalam 10 kelas yang dipertandingkan. Adapun kelas yang dipertandingkan tersebut, 55 kg putra, 60 kg putra, 66 kg putra, 73 kg putra, -81 kg putra dan +81 kg putra. Sedangkan di kelompok putri mempertandingan kelas 48 kg, 52 kg, 63 kg dan 78 kg.

“Porkot Medan 2016 ini merupakan ajang untuk mempersiapkan atlet mengadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. Para peraih medali emas akan dibina untuk menghadapi even olahraga nasional empat tahun mendatang tersebut,” ungkapnya.

Andreas memprediksi pertandingan cabang gulat Porkot Medan 2016 ini bakal berjalan sengit. Pasalnya, atlet yang tampil pada PON 2016 lalu, Riki Ramadani dipastikan ikut bersaing. “Sesuai dengan peraturan, atlet yang gagal meraih medali pada PON 2016 lalu bisa bersain pada Porkot Medan 2016 ini. Artinya Riki Ramadani memang bisa ambil bagian,” tambahnya.

Pengcab PJSI Kota Medan disebutkan tidak takut keikutsertaan Riki bakal menghalangi munculnya pejudo-judo muda. Sebaliknya, mereka yakin keberadaan Riki bakal memberikan motivasi kepada atlet-atlet muda.”Kita yakin keikutsertaan Riki bakal membuat para pejudo muda Kota Medan semakin termotivasi. Sebab ini merupakan kesempatan mereka mengalahkan atlet PON,” pungkasnya. (red)

Loading...