Tahan Imbang Persib Bandung, Ini Kata Pelatih Ayam Kinantan

37

MEDAN|Duel PSMS Medan melawan Persib Bandung, Minggu 26 Maret 2017 memang hanyalah laga persahabatan. Meskipun demikian, kubu PSMS dan Persib berjanji bakal tampil ngotot dalam laga yang berlangsung di Stadion Teladan, Medan ini.

Laga bertajuk El Clasico dihelat di Stadion Teladan, Medan. PSMS Medan menjamu Persib Bandung dalam sebuah laga uji coba yang dilangsungkan Minggu sore, skor kacamata menghiasi papan skor di 45 menit pertama. Bagaimana hasil pertandingan babak II Duel PSMS Medan melawan Persib Bandung dalam laga persahabat.

Di hadapan kurang lebih 20 ribu penonton, baik PSMS maupun Persib sama-sama gagal mencetak gol. PSMS dan Persib pernah mencatat sejarah. Tahun 1983 dan 1985, keduanya bertemu di final Kompetisi Perserikatan.

PSMS memenangkan keduanya, dan laga di tahun 1985 dikenang sampai sekarang sebagai laga kompetisi amatir dengan jumlah penonton terbanyak di dunia.Tidak ada angka pasti, memang. Akan tetapi, diperkirakan, jumlah penonton yang menyesaki Stadion Utama Senayan (sekarang Gelora Bung Karno) hingga ke tepi lapangan, mencapai 150 ribu orang.

Tatkala PSSI melebur kompetisi Perserikatan dan Galatama, PSMS dan Persib tergabung di dalamnya. Pun tatkala PSSI melakukan modernisasi kompetisi dengan membentuk Indonesia Super League (ISL). Setelah 1985, PSMS dan Persib bentrok beberapa kali lagi dan saling mengalahkan.

Namun kemudian roda nasib PSMS berputar lebih cepat. Persib masih berada di atas sedangkan PSMS di bawah. Persib masih di kompetisi level utama. PSMS terjerembab ke kasta kedua.

Persib makin ke sini makin mampu menunjukkan diri sebagai klub yang mampu melakukan langkah-langkah profesional. Sebaliknya PSMS. Terus dilanda masalah yang berkutat pada persoalan yang itu-itu juga.

Pelatih PSMS, Mahruzar Nasution, mengatakan pasukannya mendapatkan banyak pelajaran dari laga ini. Hasil imbang menjadi modal yang bagus. Setidaknya, dari sisi mental.

“Persib klub kuat dan masuk jajaran papan atas di ISL kemarin. Mereka baru-baru ini juga masuk final Piala Presiden. Kita bisa menahan mereka. Dari sisi hasil, ini bagus untuk meningkatkan semangat dan motivasi anak-anak. Membuat mereka lebih percaya diri,” ujarnya usai pertandingan.

Bagaimana dari sisi teknis? Mahruzar bilang masih banyak yang perlu diperbaiki. “Kunci kita menahan Persib adalah fokus dan disiplin. Pemain benar-benar menjalankan instruksi yang saya berikan,” katanya.

Secara umum Persib menguasai lapangan. Perbandingan persentase penguasaan bola boleh dikata jomplang. Pemain-pemain Persib lebih berani bermain dengan bola dan mengatur tempo.

Hariono dan Atep menjadi motor lini tengah. Umpan- umpan silang yang mereka lepaskan, terutama ke sisi kanan lapangan PSMS yang merupakan “wilayah” Shohei Matsunaga. Berkali-kali pergerakan pemain berkebangsaan Jepang ini menyulitkan lini pertahanan PSMS yang dikomandoi Hardiantono.

Sebaliknya, gelandang-gelandang PSMS berupaya lebih cepat mengalirkan bola dan menusuk lewat sektor sayap. Strategi yang tidak terlalu berhasil. Terutama setelah Jajang Nurdjaman, Pelatih Persib, menurunkan pemain-pemain utamanya.

“Sejak awal sudah saya bilang ke anak-anak bahwa Persib ini tim yang bagus. Pemain-pemainnya bagus dan sudah punya jam terbang tinggi. Bahkan secara khusus saya sampaikan pemain-pemain mana saja yang harus mendapatkan ekstra perhatian. Saya kira permainan anak-anak sesuai harapan. Kita tidak kalah. Ke depan, tentu, kita akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki kesalahan dan meningkatkan performa,” sebut Mahruzar.

Loading...