2017, Sumut Mendapat 69 Toko Tani Indonesia

331

TOKO TANIM24.co-MEDAN
Tahun 2017, Sumatera Utara mendapat 69 Toko Tani Indonesia (TTI), guna memperkuat keberadaan 60 toko yang sebelumnya sudah dioperasikan sejak Mei 2016. “Pemprov Sumut sangat senang dengan rencana Pusat itu karena artinya Sumut diperhitungkan dan TTI yang sudah beroperasi dianggap bagus,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Sumut, Suyono.

Sumut termasuk wilayah Pematangsiantar dan sekitarnya dapat dipercayakan TTI untuk buka kembali, dimana setelah 60 TTI sebelumnya dioperasikan di Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Serdangbedagai dan Langkat.

TTI di Pematangsiatar mengacu bahwa kota itu merupakan salah satu dari empat daerah di Sumut yakni Medan, Sibolga dan Padangsidempuan yang dijadikan sebagai Indeks Harga Konsumen (IHK) dalam menghitung besaran inflasi/deflasi.

“Siantar semakin dipilih sebagai lokasi utama TTI, karena di kawasan itu harga beras sering menjadi pemicu inflasi.Jadi nanti dengan ada TTI di kawasan itu diharapkan ketersediaan beras semakin terjamin sehingga harga bahan pokok utama itu bisa lebih stabil,” katanya.

Dengan adanya TTI dibantu Bulog yang melakukan operasi pasar dan yang terkait lainnya di Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kabupaten/kota dan Sumut, harga beras di Sumut cenderung stabil. Kestabilan harga beras terekam dari tidak menjadi pemicu inflasinya komoditas bahan pangan utama masyarakat itu.

Meski harga beras stabil dan laporan bahwa TTI berjalan lancar, BKP masih terus melakukan evaluasi atas operasional 60 TTI dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) khususnya dalam sistem manajemen pembukuan, laporan, peruntukan beras TTI, kualitas beras yang dijual dan harga jual di pasar.

“Perlu evaluasi dan pantauan terus menerus agar jangan sampai beras TTI disalahgunakan, seperti bermutu jelek, penyalahgunaan penjualan beras, dan laporan penjualan yang tidak becus,” pungkasnya. (nis)

Loading...