Ada Polimer, Hindari Masak Lontong Dibungkus Plastik

330

lontong-dalam-plastik-_160808211802-852M24.CO – Anda pasti pernah melihat penjual sarapan pagi memasak lontong di kemas dengan plastik. Bahkan mungkin pernah mengonsumsinya. Nah, mengonsumsi lontong yang di masak Menurut Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, lontong plastik mengandung zat kimia polimer. Polimer ini,  dapat masuk dalam tubuh manusia karena bersifat larut, sehingga bila terjadi akumulasi dalam tubuh akan menyebabkan kanker.

Makanan yang mengandung polimer bisa menyebabkan anak – anak terganggu reproduksinya, kesuburan menurun dan bisa menyebabkan kemandulan.

Sementara bagi ibu-ibu yang tengah hamil bisa mengganggu ke janin melalui plasenta yang berdampak jangka panjang mengakibatkan sepeti kelelahan, sulit tidur dan anemia (kurang darah).

Polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat yang berupa molekul identik yang disebut monomer. Sekalipun biasanya merupakan organik (memiliki rantai karbon), ada juga banyak polimer inorganik. Contoh terkenal dari polimer adalah plastik dan DNA.

Polimer didefinisikan sebagai substansi yang terdiri dari molekul-molekul yang menyertakan rangkaian satu atau lebih dari satu unit monomer. Manusia sudah berabad-abad menggunakan polimer dalam bentuk minyak, aspal, damar, dan permen karet. Tapi industri polimer modern baru mulai berkembang pada masa revolusi industri. Di akhir 1830-an, Charles Goodyear berhasil memproduksi sebentuk karet alami yang berguna melalui proses yang dikenal sebagai “vulkanisasi”. 40 tahun kemudian, Celluloid (sebentuk plastik keras dari nitrocellulose) berhasil dikomersialisasikan. Adalah diperkenalkannya vinyl, neoprene, polystyrene, dan nilon pada tahun 1930-an yang memulai ‘ledakan’ dalam penelitian polimer yang masih berlangsung sampai sekarang.

Kepala Seksi Layanan Informasi Konsumen Balai Besar POM Padang Yon Firman di Padang, Senin (8/8) menganjurkan agar masyarakat mengindari sedini mungkin mengonsumsi lontong yang di masak dengan menggunakan plastik.

“Kami meminta penjual lontong menggunakan selongsong ketupat untuk menghindari zat berbahaya bagi tubuh,” ujarnya.(Rep)

Loading...