Anggaran Pembangunan Kios Sementara Eks Pedagang Pasar Aksara Ditunda

157
PASAR AKSARA
PASAR AKSARA
PASAR AKSARA
PASAR AKSARA

M24.CO|MEDAN
Nasib pedagang Pasar Aksara Medan, akan terus terkatung katung. Rencana relokasi untuk ratusan pedagang terancam tidak dilaksanakan, karena DPRD Medan meminta anggaran pembangunan kios sementara pedagang sebesar Rp5,8 miliar ditunda.

Permintaan penundaan anggaran tersebut disampaikan Anggota DPRD Medan, Godfried Effendi Lubis dalam rapat pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dam Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran (TA) 2016.

“Saya melihat dari efektifitas waktu, program ini tidak bisa tercapai. Waktunya tinggal satu bulan setengah, belum pembentukan panitia kemudian proses lainnya. Jadi kita meminta program ini dipending dahulu,” jelas anggota DPRD Medan Godfried Effendi Lubis.

Godfried juga menilai penganggaran program ini terkesan asal saja, mengingat lokasi relokasi belum ditentukan. “Saya juga melihat program ini tidak jelas, programnya sudah ditentukan tapi lokasinya belum jelas,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Godfried tidak menginginkan pembangunan kios sementara dibuat asal jadi saja kemudian dihancurkan. “Seperti penampungan kios di Pasar Kampung Lalang sebesar Rp1 miliar kemudian dihancurkan begitu saja,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan Pemukiman Riza Zulfi mengakui, anggaran pembangunan kios sementara relokasi pedagang eks Pasar Aksara sebesar Rp 5,8 miliar dan untuk tempat masih belum final. “Untuk program pembangunan kios sementara untuk relokasi pedagang pasar aksara dianggarkan sebesar Rp 5,8 miliar. Tapi, untuk tempatnya masih belum final,” jelasnya.

Diakui Riza, untuk program ini ada dua lokasi diantaranya di kawasan MMTC Pancing dan Eks Rumah Sakit Martondi Jalan Letda Sudjono. “Lokasinya semula di Pancing kemudian ada penolakan warga, kemudian di Eks RS Martondi juga ada penolakan dari pedagang,” jelasnya.

Dikatakannya juga, untuk lokasi ini masih belum jelas, memang terjadi dinamika sebelumnya tetapi Perkim tetap menganggarkan program ini. (red)

Loading...