Anggota DPRD Taput Diminta Belajar Undang Undang Pers

343
demo
AMPD Taput melakukan aksi unjukrasa di Kantor DPRD Taput (metro24.co/fulkan tampubolon)

M24.CO|TAPUT

Buntut tindakan anggota DPRD Taput yang disyaki bertindak tak sepatutnya dengan melakukan pengancaman dan mengeluarkan kata kata tak senonoh terhadap wartawan, massa tergabung Aliansi Masyarakat Pemantau Demokrasi (AMPD) menggelar aksi demo.

Dengan membawa spanduk, puluhan massa tersebut meminta agar semua anggota DPRD Tapanuli Utara (Taput) belajar Undang Undang Pers Nomor 40/1999. Di mana, selaku wakil rakyat harus paham dengan tugas dan fugsi jurnalistik.

Aksi kekesalam massa berawal dari Wakil Ketua DPRD Tapanuli Utara (Taput), Fatimah Hutabarat bersama koleganya disyaki telah menyalahgunakan jabatannya untuk menikmati fasilitas dan bantuan dari Pemkab Taput untuk kepentingan pribadinya, seperti bantuan bibit Ikan, ternak, pupuk bersubsidi dan bantuan sosial (bansos).

Setelah diberitakan oleh awak media, kader Partai Nasdem tersebut marah sehingga mengeluarkan kata tak senonoh kepada wartawan yang melakukan peliputan.

Kordinator aksi, Agus Simanjuntak, sanagat menyesalkan sikap dilakukan para wakil rakyat tersebut. Massa sebelum membubarkan diri diterima oleh Ketua DPRD Ottonier S, Ketua Komisi Ronal S, Ketua BKD Jonggi L dan Anggota DPRD lainya.

Ketua DPRD Taput mengatakan sangat mengapresiasi dan akan menindaklanjuti tuntutan dari massa. “Kita akan melihat perkembanganya dulu. Hal ini kita serahkan kepada Wakil Ketua BKD, kan suratnya belum ada sama kita. Kalau dalam orasi disampaikan itukan hal yang wajar,”katanya kepada wartawan. (Fulkan)

 

Loading...