Angin Kencang Sebarkan Hama, Petani Diminta Antisipasi

217

01062016-034-tomatM24.CO- PADANG SIDIMPUAN – Badan Ketahanan Pangan Penyuluh Pertanian meminta petani mengantisipasi penyebaran hama yang dibawa oleh angin. Hal ini disampaikan karena berdasarkan prakiraan  Badan Metereologi Klimatogi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara, sejumlah wilayah memasuki masa transisi dar kemarau ke miusim hujan. Sehingga menyebabkan angin kencang di beberapa daerah di Sumut.

“Kepada petani, disarankan melakukan penyemprotan tanamannya pada saat angin berhembus kencang seperti sekarang ini. Hal ini disebabkan, angin akan menjadi faktor (pembawa) penyakit jamur atau bakteri dari satu tanaman ke tanaman yang lain,” ujar Plt Kepala Badan Ketahanan Pangan Penyuluh Pertanian Ir Fauziah Nasution, melalui Plt Kepala BPP Angkola Julu Bustanul Arifin Dalimunthe, kepada M24.CO, Kamis (18/8).

Bustanu  mengatakan, agar petani dapat memperhatikan situasi tanaman ketika terjadi pertukaran iklim,disertai  angin  kencang. Sebab, angin seperti itu akan dapat menyebarkan hama( wereng)

“ serta Perhatikan perubahan fisik pada tanaman, agar penanganan penyakit tersebut bisa diminimalisir secepat mungkin. Penggunaan pupuk N (nitrogen/ Urea) agar tidak berlebih. Untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit seperti itu, selain penyemprotan anti jamur (fungisida) atau anti bakteri (bakterisida) perlu ditingkatkan penggunaan pupuk makro kalium (pupuk K) dan pupuk mikro,” imbuhnya

Kemudian  , penyakit yang muncul pada tanaman padi misalnya blast (jamur) ditandai dengan perubahan warna daun ada bintik-bintik, lama kelamaan makin banyak dan daun nantinya akan kehilangan zat hijau daunnya. Sedangkan untuk neck blast atau dikenal dengan nama kanker leher/cekik leher, pada pangkal malai padi akan menghitam dan lama kelamaan malainya akan patah, sehingga pengisian bulir pada malai gagal (kosong/hampa).

“Untuk yang disebabkan bakteri adalah kresek, sering dikenal dengan nama Siraraon. Serangan ini ditandai mulai dari ujung daun padi berwarna kulit pinang. lama kelamaan akan akan turun hingga ke pangkal daun,” katanya.

“Serangan ini juga akan menghilangkan zat hijau daun. sehingga tanaman padi tidak bisa berproduksi. Karena “dapur hijau” nya tidak bisa lagi berproses maksimal untuk menyiapkan makanan yang diserap akar dari tanah,” pungkasnya.(Sabar)

 

Loading...