Asap Bekas Pembakaran di TPA Batubola Ganggu Aktivitas Warga

207

ASAP-SAMPAHM24.CO- PADANG SIDIMPUAN – Kepulan asap bekas pembakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batubola dikeluhkan warga. Selain memunculkan asap yang bau menyengat, kepullan asap semakin tebal hingga mengganggu aktivitas warga sekitar.

Aswan Pasaribu (35) mengaku asap yang muncul dari sisa pembakaran sampah sangat menganggunya. Bahkan, kini mereka mengalami sesak pada pernapasan. “Sangat menganggu sekali. Lihatlah.. tebal kali asapnya kan. Dan baunya sangat menyengat,” ucapnya.

Tim M24.CO yang berada dilokasi juga mengalami hal serupa. Kondisi di kawasan TPA sangat gelap karena pekatnya kepullan asap. Kepulan asap kini mengarah kerumah warga sekitar karena ditiup oleh angin.

Sementara itu, Aktivis Lingkungan Hidup  Kota Padang Sidimpuan, Robby Aryanto Napitupulu  mengungkapkan, ketelodoran dalam pengelolaan persampahan sudah sangat merusak lingkungan dan berbagai ekosistem. Hal ini menurutnya sama dengan melakukan tindakan pencemaran.

“Asap pembakaran TPA Batubola di saat teriknya matahari sangat mengganggu jarak pandang dan pernafasan. Bukan hanya itu, asap dari pembakaran ini juga mengganggu ekosistem tumbuhan di sekitar TPA. Bahkan personil Damkar sendiri kerepotan bernafas saat menyiram sumber api TPA itu. Pemerintah Kota seharusnya serius dalam menangani TPA ini, utamanya pengelolaan dan inovasi persampahan,” katanya.

Robby mengungkapkan beberapa kasus asma di Desa Simatohir lebih pada akibat bau dan asap pembakaran di TPA Batubola. “Keseriusan dan kearifan pemerintah kota sangat diharapkan saat ini, asap dari pembakaran sampah ini menimbulkan penyakit asma bagi masyrakat sekitar TPA. Dan ini sudah serba salah, kemarau begini akan ada munculan api dan asap yang mengepul meluas, pada saat penghujan rembesan air akan mengalir ke sungai yang menjadi malapetaka penyakit di aliran sungai,” terangnya mengharapkan adanya petugas kesehatan melakukan pengecekan kesehatan masyarakat di sekitar TPA, terlebih katanya pada anak-anak yang juga terlibat mengais rezeki di TPA. (Sabar)

Loading...