Atlet Pesantren Berprestasi Terima Tali Asih dari Gubsu

20

MEDAN|Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menyerahkan tali asih kepada sejumlah atlet pesantren yang berhasil meraih medali di arena Pekan Olahraga Pesantren Nasional (Pospenas) tahun lalu di Banten.

Penyerahan tali asih berlangsung di Gubernuran Jalan Jend Sudirman Medan, Senin (27/03/2017), sekaligus pengukuhan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumut periode 2016-2018.

Hadir disitu Ka Kanwil Kemenag Sumut Tohar Bayoangin, Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Andi Loedianto, Ketua LPTQ yang juga Sekda Provsu Hasban Ritonga, Asren Nasution, Ketua Badan Silaturahmi Pondok Pesantren Sumut Yulizar Parlagutan Lubis, Ka Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut Edy Syahrial, sejumlah pimpinan pondok pesantren se-Sumut, mewakili KONI dan undangan.

‘’Saya harap ke depan, dengan adanya tali asih ini, para atlet bisa meningkatkan kembali prestasinya. Saya berterima kasih karena telah mengharumkan nama Sumut di kancah nasional. Para atlet berprestasi juga diprioritaskan bekerja di BUMD,’’ ucap Gubsu Erry.

Dalam kesempatan itu, Gubsu Erry juga mengapresiasi para pimpinan pondok pesantren. Seperti diketahui, ada 217 pondok pesantren yang hadir untuk bersilaturahmi. Mereka telah mengharuman nama Sumut. “Saya memang tidak akan tinggal diam jika ada atlet pesantren yang telah mengangkat nama pesantren dan 14 juta masyarakat Sumut,” sebut Gubsu.

Seperti baru-baru ini Gubsu telah membawa Presiden RI untuk meresmikan pembangunan pondok pesantren Musthafawiyah di Mandailing Natal. “Presiden sudah mengunjungi 17 kabupaten/kota di Sumut. Ke depan, beliau juga akan mengunjungi Tanjungbalai, Asahan, Labuhanbatu,” kata Erry yang juga telah menganggarkan dana Rp5 miliar dari APBD untuk pondok pesantren.

Bukan hanya itu, Presiden juga telah membicarakan tamabahan kouta haji. “Untuk 2017 ini Presiden katakan ada tambahan 25 ribu kouta haji. Kita juga akan membangun Islamic Center di Kualanamu dengan luas lahan 50 hektare. Dananya sendiri sudah dianggarkan Rp48 miliar. Untuk itu kita harus saling dukung dan berpikir positif,” ucap Erry.

Sebelumnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provsu, Baharuddin Siagian mengatakan, jika para atlet yang diberi tali asih yakni, Rp10 juta untuk atlet pesantren yang meraih medali emas, Rp7,5 juta yang meraih medali perak dan Rp5 juta kepada masing-masing yang meraih medali perunggu. “Ada juga kita berika kepada tenis meja putra dan putri Rp25 juta. Sehingga total tali asih yang kita berikan yakni Rp150 juta. Semua yang mengurusi para atlet ini juga akan kita berikan reward,” kata Baharudin.

Dia juga mengatakan, selain tali asih, pendidikan para atlet yang berprestasi juga akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu). “Atlet yang berprestasi kita tanggung biaya pendidikannya hingga kuliah. Termasuk kita jamin pekerjaannya agar diterima di BUMD,” ujarnya.

Salah satu atlet penerima tali asih tersebut, Ilham berterima kasih atas pemberian tali asih tersebut. “Dengan adanya penghargaan ini kita semakin semangat untuk berlatih. Jadi ada semangat untuk berpacu untuk terus berkompetisi,” kata atlet peraih medali emas cabang atletik 200 meter yang berasal dari Pondok Pesantren di Tanjung Balai tersebut.

Loading...