Baru 20,3 Persen Realisasi Anggaran Belanja Langsung Kota Medan

350

PEMKO MEDANM24.co-MEDAN
Pada rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan 2016 di jajaran Pemerintah Kota Medan baru-baru ini, Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S MSi, menyampaikan realisasi anggaran belanja langsung hingga Juli 2016 baru teralisasi sebesar Rp609 miliar atau sebesar 20,3% dari yang ditargetkan Rp3,1 triliun.

Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Kota Medan, Drs Herri Zulkarnain MSi, mengaku miris melihat kondisi itu.”Jangan-jangan yang 20,3% itupun realisasi non fisik pula,” kata Herri Zulkarnain menjawab wartawan perihal minimnya realisasi anggaran belanja langsung APBD Kota Medan 2016, Rabu (17/8/2016).

Menurut Herri, wajar masyarakat kecewa melihat kondisi infrastruktur saat ini, sebab 70 persen lebih dana pembangunan itu tidak tersalurkan. “Kalau dana pembangunan lebih banyak yang tidak tersalurkan, apa jadinya kota ini,” tanya anggota Komisi A ini.

Legislator asal Dapil III ini, juga mempertanyakan kenapa hal ini bisa terjadi, sehingga progress pembangunan menjadi terhambat. “Apakah Pak Wali merasa takut. Transparan saja, biar masyarakat tahu dan mengerti kondisi yang sebenarnya, seperti yang dilakukan DKI Jakarta melalu e-budgeting dan e-tender,” ujarnya.

Herri tidak menampik, kasus yang melanda Sumut sedikit agak mempengaruhi Kota Medan. “Sepanjang penggunaan anggaran itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, kenapa takut. Saya pikir on the track saja,” ucapnya.

Senada dengan itu, Bendahara FPD, Drs Hendrik H Sitompul MM, mengkhawatirkan realisasi anggaran belanja langsung sebesar 20,3% didominasi oleh kegiatan-kegiatan non fisik. “Kita khawatir SKPD lebih senang gunakan anggaran non fisik ketimbang fisik,” katanya.

Anggota Komisi B ini juga mempertanyakan perihal minimnya realisasi anggaran belanja langsung itu. “Saya kira tidak ada alasan takut, kan sudah disumpah jabatan. Kalau memang tidak suka dan tidak mau menggunakan anggaran yang telah disediakan sesuai dengan program, keluar saja dari kondisi itu. Sepanjang masih dijalur yang benar, kenapa takut gunakan anggaran. Intinya, pahit manisnya harus dijalani,” sebutnya.

Legislator asal Dapil V ini bahkan mencurigai SKPD di Pemko Medan lebih senang menjalankan atau mengamankan kebijakan Perda dari pada menggunakan anggaran. “Kalau ini yang terjadi, bahaya kita. Kalau daya berpikir pimpinan SKPD seperti itu, tidak usah lagi didudukan di jabatan tersebut. Jadi, jangan mimpi kita pembangunan di Kota Medan akan baik, kalau realisasi anggaran belanja langsungnya cuma 20,3% dan itupun didominasi non fisik,” ungkap alumus PPRA 52 Lemhanas RI ini.

Diketahui, APBD Kota Medan 2016 sebesar Rp5,38 triliun lebih. Dari angka itu, tercatat sebesar Rp3,17 triliun lebih atau 58,98 persen dialokasikan untuk biaya langsung, dimana Rp1,47 triliun lebih atau 46,82 persen dialokasikan untuk infrastruktur fisik dan tata ruang serta Rp1,46 triliun lebih atau 46,54 persen dialokasikan untuk belanja sosial budaya, seperti kesehatan, pendidikan dan lainnya.

Namun, hingga Juli 2016 anggaran belanja langsung tersebut baru teralisasi sebesar Rp609 miliar atau sebesar 20,3% dari yang ditargetkan Rp3,1 triliun. (red)

Loading...