Buruh Minta PP 78 Dicabut

146

demo-buruhM24.CO|MEDAN
Ratusan buruh yang tergabung dalam Aliansi Bergerak Buruh Sumut (ABBSU) berunjuk rasa ke kantor gubernur Sumatra Utara di jalan Diponegoro Medan. Senin (31/10)

Buruh melakukan aksi sweeping dengan mengajak buruh lainnya yang sedang bekerja agar bergabung untuk berunjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah.

Setelah mengajak teman buruh lainya mereka bertitik kumpul di pintu gerbang kawasan Industri Medan II Mabar lalu longmarch menggunakan kedaraan menuju kantor gubernur Sumatra Utara.

Menurut kordinator aksi wilayah kawasan industri II Mabar Apen Manurung mengatakan aksi solidaritas buruh hari ini yang tergabung dalam ABBSU yang terdiri dari FSPMI, SBSI SUMUT, SPI, KGB PETA, SBMI MANDIRI, LBH MEDAN, FPBI SUMUT, SMI CAB. MEDAN, SP BERDIKARI, ORMAS RRI SUMUT DAN KSPI SUMUT ini akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor GUBSU sampai bertemu dengan bapak Tengku Ery Nuradi gubernur Sumatra Utara.

“Kami minta kepada gubernur agar menaikkan UMP Sumut tahun 2017 sebesar RP. 650.000,- cabut PP 78 tahun 2015, serta cabut undang-undang pengampunan pajak bagi pengusaha dan konglomerat,”ungkap Apen.

Lanjut Apen, bahwa upah minimum provinsi Sumut tahun 2017 di rencakan akan di tanda tangani Gubsu tanggal 1 November 2016 dengan kenaikkannya sebesar 8,25 %.Apen menilai bahwa Penerima Upah adalah Buruh yang bekerja di pabrik. Kenaikan UMP sumut akan menjadi acuan kenaikan UMK sesumut tahun 2017.

Buruh adalah motor penggerak roda perekonomian bangsa ini, tetapi upah di bayar murah 2,2 juta sehingga buruh tidak cukup menafkahi keluarganya dengan upah sebesar itu.

Sampai berita ini di turunkan buruh masih berunjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya. Buruh akan kembali berunjuk rasa dengan massa yang lebih besar lagi jika tuntutan mereka tidak di penuhi. (van)

Loading...