Pilkades Serentak Tapsel, Cakades Wajib Jalani Tes Urine

427

M24.CO|TAPSEL

Persiapan pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Tapauli Selatan (Tapsel) terus bergulir. Bagi setiap desa yang sudah membentuk Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) kini mulai mempersiapkan diri untuk melaksanakan tahapan membuka pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades).

Melihat memontum tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel mengeluarkan kebijakan untuk setiap Bacakades harus melakukan tes urine dan ini dinilai perlu dilakukan, agar desanya jauh dari peredaran narkoba. 

“Setiap Cakades wajib melampirkan surat keterangan kesehatan dan dilengkapi dengan hasil tes urine yang dikeluarkan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapsel, “ ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Tapsel Drs. Ginda Uli Pasaribu didampingi Kepala Bidang Pemerintahan Desa Maratinggi Siregar, Selasa (11/10).
Ia mengatakan, tujuan dari tes narkoba tersebut untuk membuat Kades di Tapsel bebas narkoba,

karena dampak narkoba sanga berbahaya sekali bagi masa depan dan kehidupan, “ kita mengggandeng BNNK Tapsel untuk menggelar pemeriksaan terhadap Kades yang akan mengiktui Pilkades. Oleh karena itu, peran penting BNN sangat diperlukan untuk ini, “ kata Ginda Uli.

Ia menambahkan, Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu juga telah menginstruksikan agar seluruh Cakades yang akan bertarung pada Pilkades serentak wajib mengikuti tes urine, karena seorang Kades harus bersih dari narkoba.

“ Saya kira juga perlu setiap Cakades yang hendak turun sebagai kandidat ikut tes urine, bahkan sampai tes rambut, karena miris jika nanti Kades nya juga ikut dalam sindikat narkoba ini, akan seperti apa putra desanya,” ujar Ginda Uli.

Ditegaskannya, bila ada Cakades yang terbukti positif narkoba, pihaknya akan menggurkannya dari pencalonan sesuai proses hukum yang berlaku. Untuk itu, Cakades harus benar-benar bersih dan mempunyai wawasan akan tindak bahaya narkoba, “ pemimpin desa juga bersih agar mereka dapat memberi contoh, dan baru bisa memimpin desa mereka, “ katanya.

Selain itu katanya, dalam pelaksanaan nanti harus mengikuti semua aturan yaitu mulai tahapan dan persyaratan lainnya untuk dijadikan pedoman bagi panitia yang dibentuk dalam Pilkades mendatang.

Dipaparkannya, sesuai jadwal dan tahapan, Pilkades serentak di Tapsel, digelar pada 13 Desember 2016. Sedangkan tahapannya dimulai sejak 19 September lalu, “ proses ini telah memiliki payung hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2016 tentang Organisasi Desa, dan juga Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 20 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pilkades Serentak, “ katanya.

Ditambahkan, ada 107 desa dari 212 desa di 14 kecamatan se Tapsel yang akan menggelar pesta demokrasi melalui Pilkades seremtak nantinya yang dananya bersumber dari APBD Tapsel.

“ Untuk pengadaan surat suara dan ATK serta biaya monitoring Pilkades, Pemkab Tapsel telah menampung anggarannya ditambah lagi anggaran untuk membantu panitia pelaksana di desa dan kita berharap, Pilkades dengan proses yang baik akan mendapatkan pemimpin lebih baik, sesuai pilihan rakyat untuk menciptakan desanya lebih maju kedepan,” ujarnya. (tomps )

Loading...