Dinas Pertamanan Dianggap Belum Bisa Atasi Persoalan

178

M24.CO|MEDAN
Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Medan sangat geram atas kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Medan yang lebih mengutamakan pengerjaan proyek dengan melakukan pencitraan bersifat seremoni.

Salah satunya Dinas Pertamanan Kota Medan yang dipimpin Zulkifli Sitepu yang hingga kini belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan pohon yang kerap tumbang hingga persoalan lampu jalan di Kota Medan.

“ Saat ini kita menyatakan rasa keprihatinan atas kinerja Pemko Medan.Dalam beberapa hari kota ini dilanda perubahan anomali cuaca sehingga beberapa pohon bertumbangan dalam beberapa hari.Jelas dengan hal ini kita tidak ingin menyalahkan alam saja,tapi bagaimana titik persoalan didalam mengatasi persoalan pohon atau sistem perawatanya terutama dalam hal pemangkasanya kita melihat jarang dilakukan, “ kata Ikwan Ritonga di Medan.

Tidak adanya pemangkasan tersebut,sambung Ikwan,berimbas selain mengangu aktivitas masyarakat juga dengan perubahan cuaca yang saat ini tidak menentu membuat sebagian pohon tersebut tumbang. “ Ini fakta dilapangan lihat saat hujan turun sejumlah pohon tumbang dibeberapa titik jalan yang ada di Kota Medan.Umumnya pohon-pohon yang tumbang ini jika dilihat karena tidak pernah dipangkas.Ini dapat kita lihat pada ranting-ranting yang sudah membesar tumbuh dan mengangu,”paparnya.

Politisi Gerindra juga mengatakan pihak Dinas Pertamanan Kota Medan pun kurang respon atas pengaduan yang dilakukan warga untuk meminta dilakukan pemangkasan pohon,serta saatnya merespon kerap melakukan pencitraan. “ Fakat nyata ini terjadi di Jalan Menteng Raya sekitarnya hingga Jalan H M Joni berungkali warga meminta dilakukan pemangkasan pohon,tapi berungkali pula tak dijawab.Jika pun dijawab hanya satu pohon dipangkas selanjutnya melakukan pencitraan dengan memuat seremoni dimedia massa yang seolah-olah sudah berbuat,tapi sebenarnya tidak berbuat , “paparnya.

Hingga, kata Ikwan , pencitraaan dilakukan dengan membuat layanan call centre bila melihat adanya pohon tumbang yang dilansir dimedia massa . “ Ini semuanya nol besar apa pun tidak ada.Jangankan bicara pohon untuk lampu jalan pun tidak beres sama sekali.Semuanya beres hanya untuk pembenahan pulau-pulau jalan yang berungkali dilakukan pembenahan dengan beragam model yang semuanya untuk akal-akalan proyek,tapi pohonya tidak diurus sama sekali , “katanya.

Atas dasar ini,sambung Ikwan, seiring dengan adanya pemberlakukan Peraturan Pemerintah (PP) No 18 Tahun 2016 tentang stuktur organisasi kepemerintah pihaknya akan melakukan pengalangan di DPRD Kota Medan agar biaya perawatan atau pun pemangkasan pohon hingga perawatan lampu jalan dialihkan kepada Camat. “ Jika merujuk dari aturan yang terbaru sudah selayaknya unsur Kecamatan menangani persoalan masyarakat.Untuk itulah Fraksi Gerindra nantinya akan mendorong anggaran pemangkasan pohon dan perawatan lampu jalan ini cukup ditangani Camat saja karena lebih mengetahui peta sebuah wilayah dan bisa direspon dengan cepat, “ harapnya.

Sebelumnya, Abdul Rani,anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PPP dalam pembahasan RPJMD dengan seluruh para Camat juga mengungkapkan rasa kesalnya atas kinerja Dinas Pertamanan Kota Medan terkait dengan persoalan pemangkasan pohon dan lampu jalan . “ Dinas yang paling parah di Pemko Medan saat ini Dinas Pertamanan Kota Medan yang tidak pernah peduli terhadap persoalan warga tentang pohon dan lampu jalan.Mau dilakukan komunikasi pun sulit sekali katanya ada layanan call centre,tapi mana ini memang dinas paling parah.Jadi kita usulkan biar saja Camat yang menangani persoalan pohon dan lampu jalan kita alihkan saja anggaranya tahun depan, “ucapnya saat itu dengan kesal. (red)

Loading...