DPRD Medan Heran, Bangunan Savana Cemara Regency tak Punya IMB

29

MEDAN|Masih ada saja pengembang yang tidak mengindahkan peraturan daerah (Perda) nomor 5 tahun 2012 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Hal itu diduga dilakukan demi meraup untung yang sebesar-besarnya dan kemungkinan karena di back up oleh aparat pemerintah Kota Medan. Pendirian bangunan tanpa IMB terlihat di Jalan Cemara Lingkungan 4 Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru.

Parahnya lagi, bangunan 3 pintu yang dibangun pengembang Savana Cemara Regency itu berdiri persis di depan rumah Kepling IV Suwito.

Lurah Pulo Brayan Bengkel Baru, Khairul Bakti, yang dikonfirmasi mengenai permasalahan ini mengaku sudah pernah mengirim surat peringatan tetapi tidak diindahkan. Bangunan tetap didirikan tanpa ada plank IMB. Warga menduga sudah ada kesepakatan antara Kepling dan Lurah untuk mengamankan bangunan tersebut karena hingga kini SIMB-nya tidak ada dan tidak juga ada tindakan dari aparat kelurahan maupun Kecamatan Medan Timur.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi D DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, mengaku heran karena ada bangunan berdiri tanpa IMB di depan persis rumah Kepling. “Seharusnya Kepling mengamankan Perda bukan malah membiarkan orang melanggar Perda. Kita minta kinerja Kepling IV tersebut dievaluasi oleh atasannya,” ujar Paul, Rabu (22/3).

Selain itu, Paul juga meminta Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan segera menertibkan pendirian bangunan tersebut. “Kita minta dinas terkait segera menertibkan bangunan tersebut. Jika belum ada izinnya dihentikan dulu pembangunannya sampai ada izin. Bagaimana dinas itu bisa meraih target pad jika masih ada bangunan yang berdiri tanpa izin,” ketus politisi PDI Perjuangan ini.

Paul meminta, kedepan dinas terkait untuk lebih giat lagi melakukan monitor di lapangan dan aparat seperti kepling, lurah dan camat juga pro aktif memperhatikan lingkungan kerjanya. (red)

Loading...