DPRD Medan: Kita Dukung Aston Tak Perpanjang Kontrak Entrance

323

ENTRANCEM24.co-MEDAN
Kerap menimbulkan persoalan baik persoalan perkelahian dan lainya pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Medan memberikan dukungan penuh kepada manajemen Hotel Grand Aston Medan untuk memutus kontrak kerjasama dengan klub malam Entrance.

“ Kita mendukung Aston tak perpanjang Entrance, kalau bisa ke depan, kalau memang akan memasukkan klub malam lainnya, agar pengawasannya bisa lebih baik,” kata anggota Komisi C DPRD Kota Medan, Hendra DS, dihadapan pimpinan rapat, perwakilan Dinas Pariwisata dan manajemen Hotel Grand Aston, dalam rapat dengar pendapat (RDP), Selasa (9/8) di ruangan Komisi C DPRD Kota Medan .

Hendra menyatakan, Entrance sebagai penyewa dan merupakan fasilitas hotel seperti diakui dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan, agar pihak Aston maksimalkan pengawasan, karena Kota Medan saat ini tergolong darurat narkoba.

“Kita kecewa Entrance statusnya menyewa, tapi bertindak layaknya fasilitas hotel, ini berdasarkan temuan kita di bulan puasa kemarin klub malam itu tetap buka serta belum lagi berbagai persoalan yang timbul mulai dari perkelahian dan lainya, maka-nya kami mau klarfikasi atas hal ini,”tegasnya saat itu.

Sedangkan, Anton Panggabean,Ketua Komisi C menyatakan sangat mendukungan atas pernyataan tersebut bahwa Medan darurat narkoba.” Kalau memang Aston tak perpanjang Entrance, saran kita jangan cuma ganti cassing, artinya kegiatan serupa pasti tetap jalan,” ujarnya lalu menambahkan sebagai gedung bersejarah Aston harus pertahankan keasriannya.

Ditempat yang sama, Silvey Tangkilisan, GM Grand Aston Hotel Medan menegaskan di awal tahun 2017 kontrak kerja sama (sewa gedung) terhadap klub malam Entrance segera diputus. “ Kami sudah lakukan teguran terkait berbagai masalah di Entrance, tak sampai situ, kami sudah putuskan tak perpanjannya tahun depan,”katanya.

Menurut Silvey, berkenaan dengan status manajemen Aston dengan Entrance itu berbeda karena Entrance sebagai penyewa. “ Tapi kalau dikatakan sebagai fasilitas hotel Grand Aston memang sulit dipungkiri, karena posisinya berada di dalam hotel dan tamu-tamu memanfaatinya,”ucapnya.

Mengenai desakan dewan agar manajemen Grand Aston mengoptimalkan pengawasannya langsung terhadap fasilitas di dalamnya seperti Entrance pihaknya sulit melakukanya. “ Gak mungkin itu kita lakukan, paling cuma koordinasi saja yang tetap dilakukan,”ucapnya.

Tapi,diakui Silvey, pihaknya pernah menegur pihak Entrance, terkait masalah narkoba, demikian pula sering terjadinya kasus perkelahian di lokasi itu. (red)

Loading...