DPRDSU: Pecat dan tembak mati oknum polisi terlibat narkoba

23

Budiman – Medan | Ketua Komisi A DPRD Sumut, HM Nezar Djoeli ST menyarankan terkait atensi Kapolri, Jenderal Tito Karnavian menembak mati bandar narkoba juga perlu diberlakukan kepada oknum aparat yang terlibat narkoba.

Hal itu dikatakannya ketika dimintai keterangan M24, Selasa (1/5) di DPRD Sumut. Menurut Nezar, atensi Kapolri patut disikapi seluruh Kapolda di Indonesia beserta jajaran terkait lainnya. Namun Nezar memberi saran, perintah itu juga perlu diberlakukan kepada oknum polisi dan TNI yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

“Bila bandar Narkoba ditembak mati, maka oknum polisi yang mencoreng institusi Polri. perlu diberlakukan sama. Jangan cuma retorika dan manis di bibir. Kapolri harus perintahkan pula Kapolda se-Indonesia dan jajaran untuk menindak tegas semua oknum polisi yang bermain-main dengan narkoba. Lakukan tanpa tebang pilih. Segera proses hukum sesuai ketentuan pidana umum atau pecat,” ujarnya.

Nezar menyebut, atensi menembak mati bandar narkoba maupun oknum aparat yang terlibat juga turut didukung Panglima TNI. Pasalnya, tidak sedikit pula oknum TNI yang ikut memakai dan mengedarkan narkoba.

“Ayo bersihkan institusi Polri dan TNI dari oknum-oknum narkoba,” ungkapnya.

Nezar menjelaskan, sudah saatnya seluruh komponen bangsa bersatu melawan peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba. Lebih lanjut, sambung Nezar, semangat itu harus dimulai dari bersih-bersih mental aparat penegak hukum.

TNI AL, Imigrasi dan Bea Cukai wajib berperan aktif dalam memerangi narkoba. Pasalnya, perairan dan laut sudah dijadikan akses masuk narkoba oleh sindikat, mafia dan bandar narkoba.

“Tolong kita semua menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba. Jangan cuma manis di bibir tapi menunjukkan bukti nyata dari lingkungan terkecil,” pungkasnya.

Loading...