Eldin Jenguk Bayi Malang Yang Ditelantarkan Orang Tua di Pirngadi

215

M24.CO|MEDAN
Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menjenguk bayi berusia dua bulan yang diduga dibuang orang tuanya di RSUD dr Pirngadi Medan. Bayi malang berjenis kelamin laki-laki ini ditemukan oleh salah seorang petugas medis di dekat ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit milik Pemko Medan tersebut.

Rasa iba langsung terpancar di wajah Eldin begitu melihat sang bayi yang kini dirawat di ruang perawatan bayi RSUD dr Pirngadi tersebut. Mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Medan itu kemudian menghampiri bayi tak berdosa itu yang tengah tidur lelap di boks bayi.

Selanjutnya Eldin mengangkat, memeluk serta menggendong sang bayi yang diselimuti kain pajang batik coklat tersebut. Meski demikian bayi dengan berat lebih kurang 3,8 kg dan panjang 52 cm tidak terbangun, begitu pula saat Eldin menciumnya dengan gemas serta penuh rasa kasih layaknya ciuman seorang ayah kepada anak kandung tercinta.

Saat diletakkan kembali dalam boks, bayi yang sampai kini belum diketahui siapa identitas kedua orang tuannya itu masih terlelap. Tampaknya kasih sayang yang diberikan para petugas medis di RSUD dr Pirngadi membuatnya merasa nyaman sehingga kehadiran Wali Kota tak mengusik sedikit pun tidurnya.

Padahal ketika ditemukan pertama kali dekat ruang IGD menurut salah seorang petugas medis, sang bayi menangis keras. Lantaran tangisan kerasnya itulah keberadaan bayi yang ditaksir berusia lebih dari sebulan ditemukan. Saat ditemukan, bayi ini berada dalam kardus.

Di samping tubuh sang bayi ditemukan tas berisi beberapa potong pakaian, botol susu dan susu bubuk bayi. Selain itu ditemukan juga sehelai kertas beisikan pesan yang diduga ditulis ibu sang bayi. Dalam kertas itu, si ibu berharap agar penemuan bayi ini tidak dilaporkan kepada polisi.

“Selain itu ibu sang bayi dalam tulisannya berharap agar siapa yang menemukan bayinya agar sudi merawat bayinya seperti anak sendiri. Bagi orang yang bersedia merawat bayinya, si ibu mendoakan agar dilimpahkan rezeki oleh Allah SWT. Dari tulisan yang disampaikan, apa yang dilakukan sang ibu (meletakkan bayinya) di RSUD dr Pirngadi Medan akibat ketidakmampuan dana,” jelas salah seorang pegawai RSUD dr Pirngadi.

Usai mendenar penjelasan pegawain tersebut, Eldin pun mengungkapkan rasa prihatinnya. Di samping prihatin, Eldin pun mengungkapkan rasa syukurnya karena bayi malang itu ditemukan dalam kondisi sehat. Begitu juga ketika petuga medis RSUD dr Pirngadi melakukan pemeriksaan, sang bayi dinyatakan sehat.

“Kejadian ini terjadi mungkin akibat ketidakpercayan diri sang ibu dan kondisi ekonomi yang sulit sehingga melakukan hal ini. Tentu saja kita merasa sangat prihatin. Namun Alhamdulillah, ada salah seorang dokter yang telah menyatakan keinginannya untuk mengasuh bayi ini,” kata Wali Kota dengan mata berkaca-kaca.

Rasa iba dan sedih Eldin akan masa depan bayi itu berkurang setelah dr Zalvina Kora, spesialis THT menyatakan kesediannya menajdi ibu asuh sang bayi. Ditambah lagi dokter yang bersangkutan diketahui juga memilki sejumlah anak asuh. Meski demikian Eldin menyatakan tetap bertanggung jawab atas bayi malang tersebut.

“Saya.akan ikut mengontrol bayi ini nantinya. Apabila ada yang diperlukan, insya Allah saya siap membantunya,” ujar Eldin bernada lirih.

Sementara itu dr Zalvina Kora yang ditemui ikut mendampingi Wali Kota dalam menjenguk sang bayi, menyatakan keinginannya menjadi ibu asuh murni dilatarbelakngi rasa kasih sayang serorang ibu kepada anaknya. Zalvina mengaku iba atas sang bayi sehingga mendorong dirinya untuk merawat aseperti anak kandungnya sendiri.

“Ada beberapa anak asuh saya. Mereka saya asuh karena tidak ada orang tuanya lagi. Seluruh anak asuh itu saya asuh seperti anak kandung sendiri, tidak ada perbedaan sedikit pun,” jelas Zalvina. (van)

Loading...