Gawat, Pemerintah Mau Naikkan Harga BBM

M24.CO|MEDAN
Harga BBM berencana mau dinaikkan, khususnya untuk harga Solar. Sejauh ini pemerintah mengklaim bahwa telah memberikan subsidi sebesar Rp.1000 per liter untuk setiap 1 liter solar yang disubsidi. Kebijakan menaikkan harga BBM tentunya memang akan menimbulkan resistensi di masyarakat. Meskipun kebijakan ini disisi lain dibutuhkan untuk mengurangi beban anggaran.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, walaupun belum ada keterbukaan perhitungan harga BBM, kebijakan penyesuaian (naik) harga BBM ini lebih disebabkan karena harga minyak mentah dunia yang mengalami kenaikan. Jika dibandingkan saat penurunan harga BBM terakhir, maka kondisi saat ini harga minyak mentah sudah berada dikisaran 40 hingga $50 per barel.

“Kalau sebelumnya harga minyak mentah itu berada dikisaran 30 hingga $35 per barel. Bahlan sempat di bawah $30 per barel. Jadi memang ada tekanan dari sisi harga minyaknya. Walau demikian, kenaikan harga minyak mentah tersebut pada dasarnya masih ditopang oleh kinerja mata uang rupiah yang stabil dikisaran 13.000 an per US Dolar,” katanya.

Loading...

Jadi sekalipun pemerintah berencana untuk menaikkan harga BBM. Besar kemungkinan kenaikannya tidak akan signifikan. Walaupun disisi lain masih kesulitan untuk menghitung nilai keekonomian dari harga BBM tersebut. Karena sampai saat ini belum ada transparansi

“Nah, kenaikan harga solar nantinya memang akan berpengaruh terhadap tambahan biaya bagi sejumlah perusahaan jasa transportasi termasuk industri. Kenaikan harga solar tersebut berpeluang menciptakan laju tekanan inflasi pada sejumlah harga kebutuhan masyarakat. Besarannya sangat tergantung dari besaran kenaikan harga solar itu sendiri,”ujarnya.

Kenaikan harga BBM saat ini memang dilakukan ditengah kondisi daya beli masyarakat yang belum pulih 100%. Kebijakan menaikkan harga BBM awal bulan depan akan menambah beban bagi masyarakat. Walaupun jika mengacu kepada hitung-hitungan inflasi , Gunawan melihat besaran tekanannya masih akan masuk dalam target BI dalam mengendalikan inflasi di tahun 2016.

“Artinya memang tidak perlu dikuatirkan terlalu besar bagi perekonomian nasional khususnya SUMUT. Kenaikan harga solar diyakini tidak akan memberikan tekanan besar bagi perekonomian. Saya melihat jika pemeirntah ingin menutup subsidi, maka ada potensi kenaikan 1000 per liter untuk harga solar. Walau demikian saya memperkirakan kenaikannya tidak akan sebesar itu,”katanya.

Ditambaknanyya, harga minyak mentah dunia berpeluang untuk tidak naik di atas $50 per barel hingga akhir tahun. Rupiah juga terpantau cukup kuat. Disisi lain konsumsi BBM menurun seiring dengan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi. Jadi kebijakan menaikkan harga BBM sekalipun tetap berpeluang menambah beban masyarakat, akan tetapi saya mekihat kebijakan seperti ini tidak akan mengganggu stabilitas ekonomi makro.

Sementara itu, Area Manager Communication & Relations Sumbagut, Fitri Erika mengatakan,Pertamina wilayah Sumbagut sampai saat ini belum mendapatkan informasi resmi terkait kenaikkan harga BBM. Karena perubahan harga BBM penugasan dan subsidi merupakan kewenangan dari pemerintah. Pertamina hanya sebagai salah satu operator penyedia BBM di dalam negeri.

Selain itu, Erika juga mengatakan hingga saat ini penyaluran BBM masih normal melalui 5 (lima) terminal BBM di Sumut, Medan Group, Kisaran, Siangar, Sibolga dan Gunungsitoli. “Saat ini stock tersedia dalam jumlah cukup dan aman , premium 34.000 kiloliter dan solar 63.000 kiloliter,” pungkasnya. (nis)

Loading...