Geger!! Dosen USU Tewas, Leher Lebam dan Perut Berdarah

2750
ALI Dosen USU Ditemukan Tewas Di Perladangan Nya.(2).j
Dosen usu yang tewas dengan berbagai kejanggalan dimakamkan (metro24/ali sinuhaji)

M24.CO|KUTALIMBARU

Hingga pukul 18:00 WIB, Malem Ginting SH (59) tak kunjung tiba di rumah. Keponakannya yang penasaran, Sempurna Ginting (35) lalu menyusul ke ladang. Ternyata, dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara itu sudah terbujur kaku. Tanda-tanda tak wajar menggiring dugaan kalau korban tewas dibunuh. Kasusnya masih diselidiki polisi.

Malem Ginting ditemukan dengan luka lehernya lebam dan ada percikan darah di bagian perut. Jasad mantan dosen di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) ini terkapar di ladangnya sekitar 300 meter di belakang rumah orangtuanya di Dusun I Desa Kutalimbaru, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Rabu (28/9) sekira pukul 20.00 WIB. Malem dibunuh?

Ratusan warga menyemut di kawasan perladangan Dusun I Desa Kutalimbaru, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Rabu malam. Di lokasi itu, ditemukan Malem Ginting yang sudah menjadi mayat.

Pihak keluarga yang curiga lalu melapor ke Polsek Kutalimbaru, Polrestabes Medan. Polisi yang mendapat kabar selanjutnya memboyong jenazah korban ke RSUP H Adam Malik Medan guna keperluan otopsi.

Usai otopsi, kemarin (29/9/2016) jenazah Malem dikebumikan di pemakaman keluarga di Desa Kutalimbaru. Terkait tewasnya korban ini pihak keluarga dibuat penasaran. Kenapa Malem dibunuh?

Informasi dihimpun M24, biasanya korban yang tinggal di Perumahan Graha Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang ini jika pergi ke ladang pagi hari, sore harinya sekitar pukul 16.00 WIB sudah pulang. Namun di hari nahas itu, hingga pukul 18.00 WIB sang dosen belum juga pulang.

Sempurna Ginting (35), keponakan korban yang tinggal tak jauh dari rumah Malem karuan curiga. Dari kecurigaan itu pula, Sempurna segera menuju ladang.

Bukan main kagetnya Sempurna begitu menemukan pamannya terkapar sudah tak bernyawa. “Posisinya telentang. Gak mungkin paman saya mati tanpa sebab. Dia tidak menderita sakit,” ungkap Sempurna saat melaporkan temuannya itu kepada beberapa warga sekitar.

Dalam hitungan menit ratusan warga berdatangan ke lokasi ditemukannya mayat Malem. Warga menyemut untuk memastikan terkait tewasnya duda empat anak itu. Selanjutnya jasad korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Namun saat di rumah duka muncul kecurigaan pihak keluarga. Mereka menduga Maem tewas tidak wajar. Kecurigaan itu dikuatkan dengan ditemukannya percikan darah, lebam pada bagian leher dan perut korban. Apalagi dua jam sebelum ditemukan menjadi mayat, ada seorang pria yang datang ke ladang. Namun tak diketahui apa tujuan pria tersebut menemui korban. Atas kecurigaan itu pula kemudian keluarga korban melapor ke Polsek Kutalimbaru minta dilakukan pengusutan.

Kapolsek Kutalimbaru AKP B Sinaga ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler,  membenarkan Malem Ginting ditemukan di ladangnya dalam kondisi sudah tak bernyawa. Jasad korban dibawa ke RSUP H Adam Malik untuk diotopsi. Usai otopsi dibawa ke pemakaman keluarga untuk dikebumikan secara agama Islam.

Kapolsek juga tidak membantah, dua jam sebelum ditemukan tewas ada seorang pria yang mendatangi korban. “Ya, ada seorang pria yang mendatangi korban sebelum ditemukan tidak bernyawa. Barang bukti yang kta amankan adalah baju korban yang terkena percikan darah. Sementara kita masih melakukan penyelidikan,” ungkap Sinaga.

Amatan kru M24, saat prosesi pemakaman berlangsung, beberapa anggota keluarga berbisik-bisik tentang tamu korban yang datang ke ladang saat kejadian. Bahkan dari salah seorang keluarga korban tercetus, jika ia sempat melihat sosok pria yang datang ke ladang.

“Pria itu dijemput oleh pengendara sepeda motor Honda Supra dan bercerita masalah proyek,” kata anggota keluarga yang namanya enggan dikorankan. (metro24/ali)

Loading...