Gubsu Berharapkan Ulos Mendunia

212

M24.CO|MEDAN

Gubsu HT Erry Nuradi mengharapkan kain tenun khas Batak (Ulos) bisa mendunia dan dikenakan oleh tokoh-tokoh dunia.

‘’Kita berharap pemimpin dunia maupun artis Hollywood dapat mengenakan ulos  dalam penampilan mereka,’’ sebut Erry pada perayaan Hari Ulos 2016 di Hotel Danau Toba Internasional Medan, Senin (17/10).

Erry menyebutkan peringatan Hari Ulos ini merupakan yang kedua setelah tahun 2014, dimana ulos ditetapkan pemerintah sebagai warisan budaya tak benda Indonesia tepat tanggal 17 Oktober.

Hadir pada acara tersebut Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas, anggota  DPD RI lainnya Dedi Iskandar Batubara, Parlindungan Purba, dan anggota DPR RI Roslinda Marpaung, Dirjen IKM (industri kerajinan menengah) Kementerian Perindag Gati Wibawa Ningsih, Ketua Persatuan Batak Indonesia Rai Sinambela, tokoh masyarakat Batak RE Nainggolan, Wilmar Simanjuntak, ketua panitia Heni Magnalena Pasaribu dan undangan.

Lebih lanjut Erry juga menyebutkan, ulos memiliki sejarah panjang yang sangat penting bagi masyarakat batak, kain yang awalnya sebagai untuk menghangat tubuh saat udara dingin, kini sudah menjadi tren dan gaya hidup.

“Sudah mulai banyak pakaian yang menggunakan ulos seperti jas, kemeja hingga gaun sehingga memiliki daya tarik dan daya jual tinggi,’’ ujar Erry.

Bahkan, Erry menyebutkan, Presiden RI Joko Widodo dan para menteri serta kepala sangat suka dan bangga memakai pakaian berbahan ulos saat menghadiri perayaan karnaval Kemerdekaan RI pada tanggal 21 Agustus lalu.

Untuk itu sebagai pemimpin Sumut, Erry sangat antusias untuk semakin meningkatkan dan mempromosikan ulos ke mancanegara. ‘’Kami mengharapkan dukungan pemerintah pusat melalui Dirjen IKM untuk mempromosikan produk-produk tanah air termasuk ulos, langkah yang baik bila pemerintah menyewa stan di Orchid Road Singapura maupun sejumlah bandara luar negeri sebagai promosi produk UKM,’’ jelas Erry.

Erry juga menegaskan agar produk UKM khususnya ulos dibeli oleh pengusaha luar negeri dan labelnya diganti dengan merek terkenal. “Ironisnya bangsa kita sangat bangga akan merek label luar negeri khususnya tekstil, tanpa mereka tau kalau itu produk negeri sendiri. Bantu pengrajin uos kita dalam hal pemasaran global,’’ cetus Erry.(winsah)

Loading...