Gubsu: Narkoba Musuh Bersama

132

M24.co-MEDAN
Gubsu HT Erry Nuradi mengatakan narkoba musuh besar bangsa maupun agama. Untuk itu kita wajib menghindari penyalahgunaan narkoba.

Seluruh elemen masyarakat harus mengkampanyekan gerakan anti narkoba, baik di sekolah, kampus, masjid, gereja, lembaga, institusi lainnya baik itu di setiap pertemuan formal maupun informal.

“Peredaran serta penggunaan narkoba semakin meningkat dan memprihatinkan. Kita tidak ingin generasi muda hancur yang akhirnya menghancurkan bangsa. Pengedar narkoba harus dibuat hukuman maksimal agar jera,’’ sebut Erry pada puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Sumatera Utara 2016 di Lapangan Merdeka Medan.

Hadir anggota DPR RI Ruhut Sitompul, Junimart Girsang dan Hasrul Azwar, Kapoldasu Irjen Pol Raden Budi Winarso, jajaran Kodam I/BB, Kosek Hanudnas, Lantamal I Belawan, Kajatisu, Kabinda Sumut, anggota DPD RI Parlindungan Purba, Walikota Medan Dzulmi Eldin, Bupati Nias, para Rektor Universitas Negeri/ Swasta, Para Ketua/ Anggota Organisasi Masyarakat dan Para Pimpinan BUMN/ BUMD, OKP, Ormas serta elemen masyarakat lainnya.

Membacakan pidato tertulis Presiden Joko Widodo, Gubsu HT Erry Nuradi mengatakan jumlah pengguna narkoba terus meningkat, tahun 2015 saja diperkirakan angka penggunaan narkoba mencapai 5,1 juta orang.

Kepala BNN menyampaikan bahwa setiap hari 40 sampai 50 orang generasi muda kita mati karena narkoba.

Kerugian materil diperkirakan kurang lebih Rp 63 Triliun menyangkut kerugian akibat belanja narkoba dan kerugian akibat biaya pengobatan serta kerugian akibat barang-barang yang dicuri bahkan kerugian akibat biaya rehabilitas dan biaya-biaya lainnya.

Lebih mengkhawatirkan lagi kejahatan luar biasa ini sudah merengkuh berbagai lapisan masyarakat, menurut informasi bahwa di Tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Tingkat Sekolah Dasar (SD) sudah ada yang terkena narkoba serta tidak hanya di desa di kampung serta di kota bahkan orang dewasa, remaja serta anak sudah terkena narkoba, hal tersebut diperparah lagi dengan adanya aparat dan pejabat yang juga terlibat narkoba.

Pengedar narkoba terus bergerak dan menemukan cara-cara baru untuk mengelabui kita, mereka sudah mulai memanfaatkan orang-orang yang tidak dicurigai seperti anak-anak dan wanita dimanfaatkan untuk menjadi kurir narkoba dan adanya modus baru dalam penyeludupan narkoba ke dalam mainan anak dalam kaki palsu dan lainnya, semua itu harus dihentikan dan harus dilawan tidak bias dibiarkan lagi, kita tegaskan perang melawan narkoba di Indonesia.

Untuk itu kepada semua di Kementerian, Lembaga Aparat-aparat Hukum terutama di Polri, seluruh Kapolda, Polres, Polsek agar mengejar mereka, tangkap mereka, hajar mereka, hantam mereka kalau UU memperbolehkan DOR mereka. (red)

Loading...