Hati-Hati ! Jika Ketahuan Pungli Akan Dipecat, Kata Walikota

60

NORIS-GUNUNGSITOLI|Pemerintah Kota Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara, membantah bahwa tiga terduga pelaku pungli di SMAN-2 Gunungsitoli merupakan bagian dari ASN dan pegawai Honorer pada Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Demikian dikatakan Kepala BKD Pemko Gunungsitoli, Peniel Harefa, saat ditemui M24.CO, Jumat (28/04) siang. Menurutnya, 2 ASN dan 1 pegawai honorer yang terjaring OTT oleh tim saber pungli Polres Nias, (25/04) lalu, merupakan bagian dari Dispendik Pemprovsu.

“Kami mendengar OTT tersebut dari pemberitaan media, namun para terduga tidak berdinas dilingkungan Pemko Gunungsitoli lagi. Karena sesuai penerbitan peraturan baru tertanggal 1 Januari 2017, seluruh SMA dan SMK di Kota Gunungsitoli menjadi tanggungjawab Dispendik Pemprovsu,” paparnya.

Kemudian, lanjut Peniel, segala persoalan ataupun permasalahan yang terjadi ditingkat SMA dan SMK Gunungsitoli diluar wewenang Pemko. Begitupun terkait gaji, biaya operasional, dan lainnya bukan menjadi tanggungjawab Pemko Gunungsitoli, ujar mantan Camat Idanoi itu”.

Ketika disinggung soal penerapan hukuman bila ASN Gunungsitoli kedapatan melakukan pungli, Peniel menegaskan bahwa Walikota Gunungsitoli akan memberi sanksi sesuai PP 53 Tahun 2010. Adapun sanksi dimaksud mulai dari sanski ringan, sedang, bahkan berat.

Untuk sanksi ringan berupa teguran lisan, dan tulisan. Sedangkan sanksi sedang, penurunan pangkat serta penundaan kenaikan pangkat. Selanjutnya sanksi berat berupa pencopotan jabatan bahkan hingga pemecatan tanpa mendapat pensiunan.

“Dibeberapa kali pertemuan tingkat SKPD, Pak Walikota sudah memperingatan agar ASN tidak melakukan pungli. Karena jika kedapatan, maka Walikota tidak akan memberikan toleransi apapun. Bahkan tidak tertutup kemungkinan akan dipecat,” tegas Peniel.

Loading...