Jokowi dan Gubsu Kunjungi Makam Mahligai Barus

131

TAPANULI TENGAHDalam kunjungan kerja ke Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mengunjungi makam Mahligai di Desa Daka, Kec. Barus, Kab. Tapanuli Tengah, Jumat (24/03/2017). Makam sekaligus situs bersejarah ini dikenal sebagai pintu masuk Islam ke nusantara.

Kompleks pemakaman Mahligai ini berumur ratusan tahun ini disebut-sebut sebagai makam para syekh dan habaib pembawa Islam ke Indonesia.

Jokowi menyebut makam Mahligai Barus menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kedekatan hubungan sejarah dengan Timur Tengah. Dia meminta makam-makam kuno ini tak hanya dirawat, namun juga harus dikelola sebagai promosi wisata religi.

“Ini menunjukkan bahwa hubungan antara Timur Tengah dengan Indonesia itu sudah ada sejak abad ke 6. Jadi kalau di Masehi itu 661 Masehi, 48 Hijriah, jadi artinya memang ratusan tahun yang lalu hubungan itu telah ada,” ujar Jokowi.

Jokowi menerangkan bahwa hubungan yang terjalin dengan Timur Tengah salah satunya adalah hubungan perdagangan. Mengingat wilayah Barus merupakan penghasil kapur barus dan rempah-rempah yang terkenal hingga ke Timur Tengah bahkan kawasan Eropa.

“Hubungan yang sifatnya dagang mencari di sini kapur barus, merica, kemiri, kemenyan, semuanya ada dari Barus dan sekitarnya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, tak heran jika hubungan Indonesia dengan Timur Tengah berjalan dengan baik sejak sebelum kemerdekaan. Jokowi meyakini hubungan baik tersebut akan terus terjalin ke depannya.

Turut mendampingi Jokowi dan Iriana, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi.

Sementara, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi pernah memanjatkan doa bersama 25 Duta Besar (Dubes) saat menziarahi makam tua dan bersejarah Mahligai di Desa Daka, Kec. Barus, Kab. Tapanuli Tengah (Tapteng), Sabtu (22/08/2015) atau hampir 2 tahun yang lalu. Saat itu doa dipimpin Dubes Irak untuk Indonesia Mr AbdullahHasan Saleh.

Ke-25 Dubes dan perwakilan negara shabat yang dipimpin Dubes Kehormatan Negara Seychelles, Nico Barito, dalam rangkaian memperingati HUT Kabupaten Tapteng ke-70 yakni Algeria, Azerbaijan, Bangladesh, Bulgaria, Kroasia, Irak, Jordan, Kazakhstan, Laos, Libya, Myanmar, Pakistan, Palestina, Polandia, Saudi Arabia, Sudan, Suriname, Turki, Uni Emirath Arab, Ukrania, Uzbekistan, Yaman, Afghanistan dan Seychelles.

Gubsu Erry berharap potensi wisata religius di Barus mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan mancanegara di Sumatera Utara ke depan. Barus dahulu kala memiliki pelabuhan besar dan terkenal hingga ke Timur Tengah dan Eropa sebagai penghasil kapur barus dan rempah-rempah. Dengan berkembangnya daerah Barus, sejumlah saudagar datang kemudian mengembangkan agama Islam.

“Sejarah perkembangan agama Islam ini memiliki arti penting bagi Indonesia, khususnya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Begitu juga bagi dunia internasional. Sejumlah arkeolog sempat melakukan penelitian secara mendalam guna mengungkap sejarah keberadaan makam tua di kawasan Barus,” sebut Erry.

Tidak hanya Makam Mahligai, Tapteng juga memiliki sejumlah lokasi wisata religi lain, diantaranya komplek makam kuno Papan Tinggi di Desa Pananggahan, Kecamatan Barus Utara, sekitar berjarak 3 kilometer dari Makam Mahligai. Makam Papan Tinggi juga berada di puncak bukit, berada diketinggian sekitar 200 mdpl. Untuk sampai ke komplek kuburan tua Papan Tinggi, wajib menaiki 710 anak tangga atau setinggi 145 meter.

Tidak kalah menarik adalah keberadaan Makam Tuan Syekh Maqdum yang berada di Desa Bukit Patumpangan, makam Tuan Syekh Ambar di Desa Panangahan dan keberadaan makam Tuan Syekh Ibarim Syah atau Syekh Batu Badan di Simpang Tiga Desa Patumpangan. Tuan Ibrahim Syah merupakan raja perama di Barus yang mangkat pada tahu 825 Hijriah.

“Tapteng kaya akan lokasi wisata. Destinasi wisata unggulan Tapteng adalah wisata religi dan wisata maritim atau kelautan. Keduanya memiliki potensi besar dalam menarik minat kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” sebut Erry.

Loading...