Komnas HAM Harus Turun Tangan Selesaikan Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan

402

Sutrisno-PangaribuanM24.co-MEDAN
Kasus pemukulan wartawan yang dilakukan oleh aparat TNI AU di Sari Rejo Polonia Medan terus menjadi sorotan di Sumatera Utara.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) Sutrisno Pangaribuan mendesak Komnas HAM agar turun tangan menangani permasalahan yang sempat menimbulkan korban baik warga dan juga dua wartawan di Medan yang terluka karena amukan aparat TNI AU saat meliput unjuk rasa warga terkait kasus tanah di Sari Rejo Senin (15/8) kemarin sore.

“Kita meminta Komnas HAM segera turun tangan dalam hal ini, karena permasalahan tanah di Sari Rejo sudah sudah ada korban, kita tidak ingin ke depan ada lagi korban-korban terkait permasalahan tersebut, ” ujar Sutrisno kepada wartawan, Selasa (16/8).

Sutrisno mengatakan bahwa terkait konflik Sari Rejo, penuntasannya harus dikomando langsung oleh Presiden Jokowi.

“Kita tidak ingin karena konflik Sari Rejo, Jokowi mengundurkan agenda kerjanya ke Sumut,” ujar Sutrisno.

Terkait kasus tanah di Sari Rejo Polonia, kata Sutrisno pihak sudah bertemu langsung dengan Menteri Pertahanan mendampingi Formas Sarirejo.

“Lahan Sarirejo sudah dimenangkan oleh warga di tingkat Mahkamah Agung, namun lahan tersebut belum dicoret dari daftar aset di Kementrian Keuangan, sehingga sampai saat ini TNI AU masih merasa berhak untuk menguasainya,” ujarnya.

Ditambahkankannya juga, bahwa hampir tidak ada masalah konflik lahan yang bisa diselesaikan oleh TNI.? ?”Padahal setelah dikuasai, dijual ke pengusaha,” tambahnya.

Terkait tindakan represif terhadap jurnalis dan warga, Sutrisno tegas meminta Panglima TNI untuk mencopot Danlanud Soewondo yang dianggap bertanggung jawab terkait insiden tersebut. (red)

Loading...