Kota Medan Jadi Semraut Gegara Reklame

168

M24.CO|MEDAN
Persoalan reklame di Kota Medan masih pelik. Ada 13 zona larangan yang hingga kini belum tuntas persoalannya. Penertiban oleh Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) juga masih belum maksimal. Lucunya, meski sudah dilarang, tapi masih ada saja bilboard dan reklame yang baru.

Pernyataan itu disampaikan, Maruli Tua Tarigan, anggota DPRD Kota Medan saat menjawab pertanyaan Harusah Dhani, anggota DPRD Kota Bandung soal permasalahan papan reklame, Rabu (28/9) di ruangan Komisi B DPRD Kota Medan.

Maruli menyatakan bahwa pihaknya sudah membentuk pansus reklame, tapi hingga kini belum tuntas dilakukan. “Kondisi reklame maupun bilboard di Kota Medan ibarat buah simalakama. Kami sudah membentuk pansus tapi semuanya tidak tuntas. Jika dikota Bandung parah kalau di Kota Medan ini luar biasa parahnya,” ucapnya.

Semuanya, tidak terlepas adanya aturan zona 13 larangan untuk pemasangan reklame/bilboard hingga kini tidak tuntas. “Semuanya tidak ada tuntas ditangani. Adanya aturan larangan 13 zona larangan sebagai tempat reklame/bilboard sampai sekarang pun tidak tuntas penindakannya malah setiap hari ada saja yang baru hadir. Termasuk target pencapaian reklamenya pun tidak tercapai,” ucapnya.

Tidak hanya persoalan reklame/bilboard dalam pertemuan ini juga dipertanyakan tentang penanganan parkir dan lain halnya. (red)

Loading...