Antisipasi banjir, Patricius dan warga sepakat perbaiki parit di Kecamatan Pandan

56

Rommy-Tapteng | Masyarakat Kecamatan Pandan dengan tegas meminta Pemkab Tapteng melalui anggota DPRD Tapteng Patricius untuk segera melakukan pembangunan dan perbaikan beberapa parit dibeberapa wilayah, demi menjaga terjadinya kebanjiran dilinkungan Kecamatan Pandan.

Hal itu terungkap saat Reses II anggota DPRD Tapteng Patrisius M Rajagukguk ST, daerah pimilihan (Dapil) I tahun 2017 yang dilaksanakan di dua lokasi yakni, Kantor Paroki Katolik Pandan, Kelurahan Aek Tolang, dan di Jalan Baru, sabtu (11/11).

Dalam reses tersebut, sejumlah masyarakat menyampaikan unek-unek yang selama ini mereka alami kepada anggota DPRD Tapteng Patricius Rajagukguk yang hadir bersama kadis Kesehatan Tapteng Freddy Situmeang, Kadis BPBD Tapteng Rumapea, Camat Pandan, Kepala BPJS Tapteng, mewakili kadis PU dan mewakili Tarukim Tapteng.

“Kami minta kepada pak DPRD, agar menyampaikan keluh kesah kami yang selama ini kami alami saat musim hujan. Banyak parit di Kecamatan Pandan yang tersumbat, bahkan air yang datang tidak bisa mengalir, inilah keluh kesah kami yang paling utama pak dewan yang terhormat,” kata Johannes Sihotang di amini oleh beberapa masyarakat lainnya.

Warga lainnya, Ferdinan Simanjuntak dan Marlon Siahaan warga jalan Oswal Siahaan mengeluhkan, sungai di Aek Tolang yang sudah mulai mengalami pengkisan, mereka memohon untuk pemerintah agar membuat gorong-gorong dipinggir sungai, supaya pinggiran sungai lebih kuat, kemudian pengadaan tong sampah di jalan oswal kiranya dibekali, karena masyarakat sering membuat sampah di plastik kemudian di gantung di kayu, lalu pembangunan jalan yang sudah mulai berlubang.

Menjawab seluruh keluhan masyarakat ini, Patricius mengaku kalau saat ini, Bupati Tapteng Bahktiar Ahmad Sibarani berniat untuk membangun Ibukota Tapteng, yaitu Pandan agar layak sebagai Kota.

“Katanya kurang lebih Rp60 Miliar dana akan dipergunakan untuk membangun Kota Pandan. Nah, dalam pembangunan ini, saya sendiri akan mendorong seluruh parit di lingkungan Kecamatan Pandan untuk segera ditbangun, yang tersumbat segera dikorek. Jangan pilih saya lagi, kalau keluh kesah masyarakat ini tidak bisa saya perjuangan satu persatu. Mana yang paling genting, itu yang kita duluankan. Kalau bisa seluruh keluh kesah ini, akan kita ajukan secepatnya untuk ditampung. Ngapain saya wakil rakyat, kalau keluhan rakyat tidak bisa saya perjuangkan,” tegasnya.

Kadis Kesehatan Tapteng Freddy Situmeang saat menjawab keluhan masyarakat mengatakan, bahwa saat ini pemerintah menanggung kebutuhan ibu yang mau melahirkan, dan biaya jaga suami selama satu malam.

“Tidak bisa lagi yang melahirkan dibantu suami, sekarang harus dibantu oleh medis, tidak usah takut. Semua ditanggung pemerintah hingga anak keberapapun. Termasuk uang transpot dan biaya jaga,” tegasnya.

Kepala BPJS Tapteng Ade Irma Suriani menjelaskan, yang memakai kartu atau belum memakai kartu BPJS, kiranya secepatnya mendaftarkan dirinya. Kemudian yang belum melahirkan.

“Tolong mendaftar ke BPJSlah bapak ibu, jangan ketika mau berobat atau sakit, baru daftar ke BPJS. Kemudian usia kandungan yang sudah 6 bulan, anaknya sudah bisa didaftarkan ke BPJS, hanya saja BPJSnya atas nama ibu yang mau melahirkan,” tegasnya.

Loading...