Menteri Hanif Bilang Program Magang Nasional Bisa Tekan Tingkat Pengangguran

88

MEDAN|Menteri Ketenagakerjaan Indonesia Hanif Dhakiri, dalam agenda Kunjungan kerja di Kawasan Industri Medan (KIM) mengajak pelaku dunia usaha pemerintah untuk fokus menggenjot percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja di Indonesia.

Diketahui, saat ini jumlah Tenaga Kerja Terampil (TKT) sekitar 57 juta orang, dengan peringkat ekonomi ke 16 terbesar di dunia. Dan pada 2030, Indonesia diprediksi mampu menduduki peringkat ketujuh perekonomian terbesar di dunia, dengan syarat jumlah TKT 113 juta jiwa.

“Pertahun dibutuhkan 3,8 juta tenaga kerja terampil dari berbagai sektor. Untuk mencapai tenaga kerja terampil hingga 113 juta tersebut pemerintah tentu saja tidak akan bisa melakukan hal ini sendiri, dukungan dari dunia usaha tentunya sangat penting,” kata Hanif, Jum’at (3/2).

Hanif menyarankan, agar didirikan balai pelatihan kerja yang bermutu baik dan bisa diakses oleh siapapun yang ingin meningkatkan kompetensi. Karenanya, Kemenaker menggenjot skema pelatihan kerja. Skema ini harus menjadi prioritas negara, swasta, masyarakat sipil, dan termasuk serikat pekerja/serikat buruh.

“Pemerintah, dunia usaha, serikat pekerja, dan masyarakat harus investasi lebih banyak untuk pelatihan kerja agar kompetensi tenaga kerja meningkat dan bisa terserap di pasar kerja. Sehingga peran pemerintah dan swasta saling melengkapi, dan tentu standar kompetensinya disesuaikan,” ucap Hanif

menurut Hanif, investasi sumber daya manusia melalui pendidikan formal juga bisa didapat dari pelatihan kerja.

“Jadi, akses dan mutu pendidikan formal harus digenjot. Demikian juga, akses dan mutu pelatihan kerja juga harus digenjot, secepat kita menggenjot pendidikan formal,” tuturnya.

Hanif percaya, terobosan tersebut konkritnya mendorong orang-orang dengan usia produktif untuk masuk skema pelatihan kerja, lalu berporses untuk mendapatkan sertifikasi profesi.

“Dengan begitu mereka bisa terserap ke pasar kerja atau berwirausaha. Itu orientasi dari skema pelatihan kerja yang harus digenjot,” sebutnya.

Pada kesempatan itu Hanif juga mengajak perusahaan-perusahaan terutama yang ada di Sumatera Utara untuk ikut terlibat dalam program pemagangan Nasional yang merupakan salah satu terobosan percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja.

“Satu perusahaan memagangkan 100 orang pertahun,” katanya.

Magang yang diprogramkan lanjut dia magang berbasis jabatan. Magang sesuai dengan pekerjaan dengan kata lain semuanya berorientasi pada jabatan dan insentifnya jelas.

“Dengan komitmen kita diharapkan Indonesia bukan hanya negara penonton, namun kita pastikan Indonesia menjadi Pemain dan dipastikan Indonesia menjadi Pemenang,” sebutnya.

Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi, Dirjen Binalattas Kemnaker RI Drs Bambang Satrio Lelono MA, Direktur Operasi dan pengembangan PT KIM Medan (Persero) Prof Dr Ilmi Abdullah MSc dan para pimpinan PT KIM Medan, Kadis Tenaga Kerja Provsu Drs Bukit Tambunan, Kepala BBPLK Medan Fahrurozi, Kepala Balai K3 Medan dan para pelaku Industri di Sumatera Utara. (Rivan)

Loading...