Merasa Kecewa, DPRD Sumut Soroti Realisasi Proyek Pendidikan Di Padangsidimpuan

244
Anggota DPRD-SU Sutrisno Pangaribuan melihat kondisi mobiler sekolah bantuan hibah Pempropsu TA 2015 di SMK Swasta Kampus Kota Padangsidimpuan kualitasnya sangat buruk
Anggota DPRD-SU Sutrisno Pangaribuan melihat kondisi mobiler sekolah bantuan hibah Pempropsu TA 2015 di SMK Swasta Kampus Kota Padangsidimpuan kualitasnya sangat buruk

M24.co-co-PADANGSIDIMPUAN-

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) asal Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut VII, soroti realisasi sejumlah proyek di Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan yang dinilai buruk.

Khususnya proyek pengadaan mobiler sekolah berupa bangku dan meja belajar siswa yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Propinsi Sumatera Utara TA 2015.

Ini disampaikan 10 anggota DPRD Sumut Dapil VII meliputi wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yakni Kota Padangsidimpuan, kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padanglawas Utara dan Padanglawas.

Dalam kunjungan ini dipimpin Burhanuddin Siregar SE dari (Partai PKS) dan anggota Sutrisno Pangaribuan (PDI-Perjuangan), Ahmadan Harahap (PPP), Siti Aisah Ritonga (Demokrat) saat kunjungan kerja atau reses ke Kota Padangsidempuan, Senin (8/8/2016) lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Sekda Kota Padangsidempuan tidak ikut mendampingi, sehingga membuat anggota DPRD Sumut merasa kecewa.

Dalam kunjungan ke sejumlah sekolah, anggota DPRD Sumut menemukan proyek pengadaan mobiler sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kampus Kota Padangsidimpuan, kualitasnya kurang memuaskan. Inilah salah satu potret hasil peninjauan lapangan realisasi proyek APBD Provinsi TA 2015.

“ Kami melihat kualitas mobiler sekolah yang dihibahkan Pempropsu ke SMK swasta Kampus Kota Padangsidimpuan sangat rendah kualitasnya, sehingga dikhawatirkan tidak bertahan lama, “ kata Sekretaris Komisi C DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan di sela-sela meninjau realisasi anggaran pembangunan dari APBD Provinsi yang salah satunya peruntukannya pengadaan mobile sekolah di SMK swasta Kampus.

Ia berharap, untuk ke depan pihak DPRD akan menjadikan temuan ini sebagai pengalaman dan perlu dilakukan pengawasan yang lebih ketat, sehingga kualitas pembangunan yang sumber dananya dari APBD Provinsi di daerah lebih baik.

Ia juga menekankan, seharusnya DPRD dilibatkan langsung sejak awal atau sebelum proses tender proyek APBD Propinsi dimulai sehingga dapat mereka dapat mengawasi pelaksanan proyek.

“ Dengan waktu yang sangat sempit, kami tidak dapat meninjau semua proyek dana alokasi APBD Provinsi ke kabupaten/kota. Kami hanya punya waktu satu minggu dalam kunjungan kerja atau reses ke wilayah yang mencakup wilayah Tabagsel ini, sehingga monitoring ini kurang efektif dan kami hanya memilih beberapa tempat saja untuk meninjau proyek pembangunan yang dananya bersumber dari APBD Sumut, “ katanya.

Walikota Padangsidimpuan, Andar Amin Harahap, SSTP, M.Si melalui Asisten II Ekbang Ali Pada Harahap yang turut mendampingi anggota DPRD Sumut mengatakan, untuk alokasi anggaran proyek APBD Propinsi Sumut TA 2015 di Kota Padangsidimpuan berjumlah Rp 13,8 miliar.

“ Dana sebesar ini diantaranya untuk pembangunan fisik seperti Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Jalan By Pass, pengadaan mobiler sekolah di SMK N 1 Padangsidimpuan, SMK dan SMK swasta Kampus dan pembangunan gudang BPBD Kota Padangsidimpuan, “ terang Ali Pada.(sms)

Loading...