Minat Petani Ikut Asuransi Pertanian Minim

403

8pertanianM24.co-MEDAN
Minat petani mengikuti asuransi pertanian di Sumatera Utara masih sangat minim. Dari catatan yang diterima, tidak lebih dari 1 persen lahan pertanian yang mendaftar dalam program asuransi usaha tani padi.

Sekretaris Dinas Pertanian Sumatera Utara, Ichroni Hasibuan mengatakan pada tahun 2016, target lahan peserta asuransi usaha tani padi di Sumut sekitar 55 ribu hektar, namun hingga Agustus, baru 5 ribu hektar yang terdaftar. “Jauh dari target yang mendaftar asuransi pertanian itu. Padahal itu penting untuk petani sendiri,” katanya.

Sedangkan untuk petani yang paling banyak mendaftar asuransi pertanian, katanya, adalah dari kawasan Kabupaten Serdang Bedagai, Deli Serdang, Langkat, Asahan, Simalungun dan Tapanuli Selatan. “Masih daerah tersebut yang petaninya mendaftar untuk ikut asuransi pertanian,” jelasnya.

Ichroni meminta kepada petugas penyuluh pertanian agar mensosialisasikan manfaat asuransi bagi para petani, sebab pemahaman petani akan asuransi pertanian masih minim. “Harapan kita petugas penyuluh bisa melakukan sosialisasi lebih terpadu lagi kepada para petani,” bebernya.

Selain itu, Ichroni juga sangat menyayangkan minimnya petani mendaftar, padahal cukup terjangkau. “Asuransi setiap 1 haketrnya, petani hanya membayar Rp36 ribu persekali tanam, namun jika terjadi puso atau gagal panen, pihak asuransi akan mengganti rugi uang petani sebesar Rp6 juta perhektar persekali tanam,” pungkasnya. (red)

Loading...