Nasabah BNI Tanyakan Soal Dana Koperasi 10 Miliar

624
nasabah bni lakukan raoat jelang demo kantor bni (M24.co/maris)

 M24.CO-SIANTARnasabahhh

Sedikitnya 50 nasabah BNI Cabang Pematangsiantar akan melakukan aksi demo ke kantor bank itu, Selasa (16/8/2016). Aksi demo itu dipicu permasalahan untuk mempertanyakan keberadaan dana simpanan mereka yang nilainya mencapai lebih Rp10 miliar.

Rencana demo itu sudah mereka persiapkan bersama kuasa hukum para nasabah, Dewi Latuperissa SH.

“Rencananya hari Selasa ini (16/8) seluruh klien kita akan mendatangi kantor BNI untuk mempertanyakan keberadaan uang mereka yang berada di Koperasi Swadharma,” ujar Dewi kepada M24.co, Minggu (14/8/2016).

Untuk mematangkan persiapan demo, para nasabah BNI itu imbuhnya akan melanjutkan.

Demo ujar Dewi dipicu adanya nasabah BNI yang menyimpan dananya di Koperasi Swadharma PT.BNI, tapi dana itu kemudian tak bisa ditarik padahal perikatan simpanan sudah jatuh tempo.

“Koperasi Swadharma itu berkantor di BNI Siantar, ada sekitar 50 orang lebih klien kita yang tak lain seluruhnya adalah nasabah BNI. Mereka ini kabarnya dibujuk oknum pejabat BNI Siantar untuk mau menjadi deposan di Koperasi Swadharma dengan imbalan bunga uang,” ujar Dewi.

Jika menanamkan modalnya di Koperasi Swadharma, maka bunga uang yang dijanjikan sekitar 1 sampai 2 persen bahkan lebih, tergantung kesepakatan pemilik modal dan koperasi.

Rata-rata yang menjadi deposan Koperasi Swadharma itu, tukasnya adalah yang nilai simpanannya di BNI besar. Dan kegelisahan para nasabah BNI yang menjadi deposan koperasi itu mencuat setelah adanya deposan yang masa perikatannya sudah jatuh tempo, tapi sewaktu dananya mau ditarik, ternyata pihak pengurus koperasi tidak mampu memenuhi permintaan deposan itu.

Dari sinilah muncul kekhawatiran para deposan untuk mempertanyakan aman tidaknya dana mereka yang dimodalkan di Koperasi Swadharma tersebut. “Kita juga heran, koperasi ini menjalankan dan membungakan uang, apakah ini bisa dikatakan ada bank dalam bank? Kita juga belum tahu pasti, tapi ini nanti akan kita telaah secara hukum,” ujar Dewi.

Permasalahan ini sudah dibawa ke BNPI Medan, tapi hasilnya tidak memuaskan para nasabah itu, dengan alasan masalah itu adalah urusan pihak Siantar. Kemudian masalahnya juga disampaikan ke BNI Pusat di Jakarta, oleh pihak pusat bernama Netty ujar Dewi didampingi beberapa deposan meminta agar membuat laporan secara tertulis kronologis kejadiannya.

“Selain persiapan untuk demo, klien kita juga sudah mempersiapkan laporan tertulis kepada pihak BNI di Jakarta. Jika hak-hak klien kita berupa dana yang ada di koperasi itu tak jelas, maka kita juga rencananya akan menempuh upaya hukum pidana dan perdata,” ujarnya.(maris)

Loading...