Nelayan Sergai Tewas, Tubuhnya Terlilit Jaring Udang

321
DERMA
Nelayan sergai ditemukan tewas (metro24/darmawan)

M24.CO|SERGAI

Tragis dialami seorang nelayan jaring langgai. Herman (47), warga Dusun II, Desa Ara Payung, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai tewas saat menjaring udang. Jasad ayah dua anak ini ditemukan di laut Sergai sekitar 5 Km dari Pantai Kuala Putri, Desa Kuala Lama, Kecamatan Pantai Cermin, dalam kondisi terlilit jaring kemarin pagi.

Sehari-harinya Herman memang biasa mencari udang di pinggiran pantai Kuala Putri. Saat menjaring udang, cuaca sedang tidak bersahabat. Badai menghantam pria ini. Informasi dihimpun M24 Group, Herman berangkat mencari udang pada Rabu (28/9/2016) sekira pukul 17.00 WIB. Herman tidak sendiri, ia ditemani Ahmad (51), Safari (36) dan Siman (33) yang juga merupakan nelayan langgai.

Menjelang malam, cuaca mulai memburuk. Hingga pukul 22.00 WIB hujan disertai angin melanda laut Sergai. Ahmad, Safari dan Siman bergegas naik ke permukaan, tapi Herman tetap melanjutkan mencari udang hingga sampai ketengah laut dan tidak menghiraukan cuaca buruk itu.

“Saya sempat menjerit meneriakinya (Herman, red) agar segera naik ke permukaan karena cuaca sedang tidak bagus, ombak kian besar. Namun ia tidak menghiraukan dan tetap saja mencari udang hingga ke tengah laut,” kata Ahmad mengisahkan kejadian kepada M24.

Akhirnya Ahmad naik ke permukaan meninggalkan Herman. Pagi hari, Ahmad dan dua rekannya lantas menjual hasil tangkapan ke tengkulak. Mereka pun sempat menanyakan apakah Herman ada menjual udangnya jepada tengkulak. “Kata tengkulak dia belum datang sedangkan kreta (sepeda motor, red) nya juga masih terparkir di lokasi tengkulak. Saat itu juga kami melakukan pencarian dan mengabari keluarga Herman,” imbuh Ahmad.

Satu jam menyisir pantai, Herman tak jua ditemukan. Hingga akhirnya Adi (35) nelayan setempat justru menemukan Herman dalam kondisi terlilit jaring langgainya sendiri dalam kodisi sudah jadi mayat.

Jasad Herman selanjutnya digotong ke pinggir pantai dan bersama personel Polsek Pantai Cermin diboyong ke rumah duka. “Baru dua minggu si Herman ini melanggai. Biasanya dia bekerja sebagai petani. Mungkin karena belum paham lokasi ditambah badai datang, Herman tenggelam di laut,” ujar Ahmad sembari mereka menjaring udang tidak menggunakan sampan dan hanya berjalan menyisiri pantai.

Pihak keluarga Herman enggan membuat visum. Jassad Herman langsunga disemayamkan di rumah duka. “Kami sama sekali tidak berfirasat buruk terhadap dia,” ucap salah seorang keluarga Herman.

Terpisah Kasubag Humas Polres Sergai AKP Jasmoro kepada M24 membenarkan peristiwa itu. “Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan visum dan saat ini korban sudah berada di rumah duka,” cetus Jasmoro. (metro24/darmawan)

Loading...