Oknum DPRD Sidimpuan Perambah Hutan Tapsel Akan Dilapor ke Mabes

562
hutan
Kawasan hutan di Tapsel yang dirambah disebut oleh oknum DPRD Sidimpuan (metro24.co/sabar marulak sitompul)

M24.CO|SIDIMPUAN

Ini sebuah masukkan untuk para aparat penegak hukum. Hasil penelusuran sejumlah penggiat lingkungan disebutkan kalau ada beberapa oknum DPRD Sidimpuan terlibat dalam perambahan hutan di Tapanuli Selatan (Tapsel).

Namun sayangnya aparat dinilai lamban dalam mengambil tindakan untuk mengusut pelaku perusakan hutan produksi terbatas di Desa Aek Sabaon, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapsel tersebut.

Miirisnya, pihak Polres Tapsel disebut-sebut pernah mendapatkan teror pemortalan menggunakan tebangan kayu besar menutupi badan jalan sehingga tidak dapat melintas ketika melakukan penyelidikan ke lokasi.

“Setelah kejadian itu hingga sekarang tidak ada lagi ekspos yang menyebutkan perkembangan,”ujar Alamsyah Pasaribu.

Alamsyah menambahkan, Kepala Bidang Pengawasan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Sumut dikabarkan telah memanggil oknum Anggota DPRD Sidimpuan terkait kepemilikan lahan dan dugaan alih fungsi hutan tanpa izin di kawasan Gunung Lubuk Raya.

JIka nantinya kasus ini lamban, katanya, pihaknya akan melakukan upaya hukum ke Mabes Polri untuk melaporkan Oknum yang telah melakukan perambahan dan pengrusakan.

Sebab Kawasan Aek Sabaon itu jelas jelas dilindungi oleh Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan pasal 50 ayat 3 huruf a dan b.
Hal senada diungkapkan Sekjen Masyarakat Pemantau Hutan Indonesia (MPHI) Tabagsel Erwin Hutagalung.

Katanya, agar tidak terkesan adanya unsur pembiaran maka pihak kepolisian seharusnya melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Tapsel guna untuk mencari tahu siapa pelaku perusakan hutan. (sabar)

Loading...